ads

08 Agustus 2021

  • Follow us

Rakyat Papua Antusias dan Optimis Terhadap Pelaksanaan PON XX


Oleh :  Moses Waker 

Editor : Ida Bastian

Rakyat Papua antusias dan optimis terhadap pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XX. Keberadaan even olah raga nasional tersebut diharapkan mampu memajukan Papua dan meningkatkan semangat persaudaraan. 

Pekan Olahraga Nasional (PON) XX akan digelar di Papua pada tanggal 2 sampai 15 Oktober 2021. Dalam multievent tersebut terdapat empat kabupaten dan kota yang menjadi tuan rumah, salah satunya adalah Kota Jayapura.

Wali Kota Jayapura Benhur Tomi Mano menyatakan masyarakat sangat bangga atas kepercayaan rencana penyelenggaraan PON XX di Papua. Terlebih telah dibangunnya venue-venue yang bertaraf internasional. 

Walikota Jayapura mengaku, bahwa pihaknya telah memberikan dorongan kepada seluruh masyarakat termasuk kepada tiga bupati di Papua untuk bersama-sama mensukseskan penyelenggaraan PON XX Papua. Dirinya juga secara tegas mengatakan bahwa empat kabupatan dan kota tempat diselenggarakannya PON XX sangat aman.

Sebelumnya, Keluarga besar Suku Manuri menyatakan bahwa mereka siap mendukung pelaksanaan PON XX. Kepala suku Manuri, Soleman Manuri mengatakan, sebagai bentuk dukungan yang akan dilakukan dalam menyukseskan PON itu, suku Manuri akan menampilkan kearifan lokal berupa kuliner-kuliner lokal, untuk memanjakan mata dan lidah para tamu maupun atlet yang datang dari luar Papua. Untuk itu, Soleman mengajak kepada seluruh orang asli Papua (OAP) agar tidak jadi penonton saja dalam pelaksanaan PON XX, tetapi terlibat dalam menyukseskan agenda nasional tersebut.

Sementara itu, Duta PON XX Papua, Boaz Solossa, memastikan bahwa PON XX akan tetap terlaksana. Hal tersebut disampaikan Boaz menyusul kabar PON akan kembali mundur akibat dampak dari peningkatan kasus Covid-19. PON Papua semula akan berlangsung pada Oktober 2020, kemudian dimundurkan pelaksanaannya satu tahun karena wabah virus corona yang terjadi secara global dalam grafik yang tinggi.

Maka secara tak langsung ikut terimbas pada persiapan Panitia Besar (PB) PON. Multiajang olahraga empat tahunan itu pun akhirnya diputuskan berlangsung pada 2 – 15 Oktober 2021. Tentu saja Boaz memiliki tantangan berlipat ganda karena situasi yang serba tak menentu imbas pandemi. Tapi ia tak berhenti untuk menggaungkan PON Papua. Bagaimanapun PON menjadi salah satu multievent nasional bersejarah untuk daerahnya.

Ia juga meyakini setiap induk cabang olahraga mampu mempersiapkan diri meskipun dalam kondisi pandemi. Tinggal bagaimana pemerintah dapat memperhatikan atlet agar apa yang dilakukan berjalan baik dan motivasi atlet tidak berhenti hingga menjelang PON. Selain itu, Boaz juga menyebut baik PB, Pemerintah Daerah, maupun pemerintah pusat terus berupaya untuk menyiapkan fasilitas yang baik dan terjamin.

Pada kesempatan berbeda, sekretaris komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Papua Kenius Kogoya berharap agar seluruh masyarakat Papua selalu optimis dan mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 di Papua. Kenius menuturkan, bahwa PON tidak hanya milik pemerintah maupun KONI, akan tetapi juga milik seluruh warga masyarakat yang berada di Papua.

Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak pesimis dan harus optimis bahwa PON harus sukses di Papua. Tidak boleh kita menanggapi hal-hal yang membuat kurang bagus di sini, meskipun pihaknya tahu ada yang terjadi di Papua, tetapi dukungan terhadap event ini harus tetap solid.

Bagi Papua, PON adalah event yang sangat penting, karena event ini tentu saja akan menjadi nilai tambah bagi pemerataan pembangunan di Papua hingga pemerataan pembangunan ekonomi di Papua. Karena sukses PON tidak hanya soal sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi saja.

Event nasional ini patut didukung karena PON mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di kampung-kampung apalagi masyarakat bisa menjual aksesoris khas lokal Papua, juga makanan-makanan khas lokal bisa dijual di tempat wisata. Hal itu tentu saja akan mendongkrak penjualan ekonomi bahkan PAD di setiap daerah yang ditunjuk sebagai cluster PON.

Presiden Joko Widodo sempat mengingatkan, bahwa PON di Papua itu bukan hanya kompetisi olahraga semata. Namun PON adalah arena bersama untuk merayakan keragaman, mempertebal semangat persaudaraan dan arena memperkuat persatuan dan kesatuan.

Antusiasme masyarakat Papua dalam menyambut PON tak perlu dipertanyakan lagi, apalagi kesempatan menjadi tuan rumah belum tentu didapatkan dalam 50 tahun ke depan. Pemerintah daerah, Panitia besar serta masyarakat juga optimis bahwa event ini akan terselenggara dengan baik meski diterpa beragam isu keamanan dan pandemi.


)* Penulis adalah mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo