ads

10 Juli 2021

  • Follow us

Disiplin Prokes dan PPKM Darurat Mempercepat Penanganan Covid-19

 

Oleh : Ahmad Reza 

Editor : Ida Bastian

Lonjakan pasien corona makin mengkhawatirkan. Untuk mencegah terinfeksi virus covid-19 maka masyarakat harus mematuhi PPKM Darurat dan disiplin dalam menaati protokol kesehatan 5M. Jangan sampai lengah, karena corona tipe Delta lebih ganas daripada tipe pertama, yang menular mulai tahun lalu. Jika semua disiplin maka pandemi akan lekas berakhir.

Pandemi yang dimulai sejak awal tahun lalu membuat masyarakat waspada terhadapa corona yang berbahaya. Akan tetapi, beberapa bulan ini mereka mulai kendor dan tidak disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan. Mereka mulai bepergian walau tak ada tujuan yang penting dan malas-malasan memakai masker. 

Padahal pasien corona terus naik, dan menurut Tim Satgas Covid, jumlahnya mencapai 29.745 perhari pada 5 Juli 2021.  Hal ini tentu sangat menyedihkan karena baru saja minggu karena lonjakan siginifikan kasus Covid-19. DKI Jakarta menyumbang angka tertinggi, yakni 4.693 kasus. Disusul oleh Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Kenaikan jumlah pasien yang drastis malah berkebalikan dengan disiplin protokol kesehatan yang menurun. Ini sebuah kesalahan yang harus diluruskan, karena jika dibiarkan maka akan terjadi kematian massal. Kita tentu tidak ingin jadi pasien berikutnya, bukan? Oleh karena itu harus tetap disiplin protokol kesehatan 5M dan melakukan vaksinasi, agar pandemi cepat berakhir.

Protokol kesehatan yang harus ditaati tidak hanya 3M tetapi juga 5M. Para dokter menyarankan agar memakai masker ganda dengan posisi masker sekali pakai di bagian dalam dan masker kain di luar, untuk mencegah penularan corona varian delta. Varian ini lebih ganas dan menyerang organ-organ lebih cepat daripada virus covid-19 pada awal pandemi.

Jangan lupa juga untuk mencuci tangan atau memakai hand sanitizer. Cairan antiseptik ini harganya tidak terlalu mahal dan bisa dengan mudah ditemukan di minimarket, jadi jangan pelit untuk membelinya. Selalu bawa sebotol kecil di dalam tas, untuk berjaga-jaga jika keluar rumah dan tidak ada tempat untuk mencuci tangan.

Mengurangi mobilitas adalah protokol kesehatan yang selama ini masih sering dilanggar. Padahal melonjaknya pasien corona karena masyarakat bandel dan nekat pulang kampung atau traveling saat libur lebaran lalu. Jangan keluar rumah kecuali untuk urusan yang penting, karena corona varian delta bisa menular hanya dengan melewati seorang OTG.

Begitu pula dengan menjaga jarak dan menghindari keramaian. Bukannya menjauhi manusia dalam jarak minimal 1 meter, malah ada yang sengaja menggelar hajatan besar-besaran. Padahal sudah banyak contoh klaster pernikahan, tetapi mereka tetap nekat. Jika makin banyak klaster, kapan pandemi akan berakhir? Menyedihkan.

Menjaga protokol kesehatan bukan hanya kewajiban individu tetapi juga kelompok. Jika Anda sudah melakukan tiap poin dalam protokol, ajak pula anggota keluarga, teman, tetangga, dan semua orang untuk disiplin. Jika ada orang yang tak pakai masker maka beri selembar, dan selalu bawa minimal selusin di dalam tas untuk dibagi-bagikan. 

Saat semua orang kompak dalam menjaga protokol kesehatan dan menurut saat divaksin, maka pandemi akan lekas berakhir. Karena syarat untuk bebas dari corona adalah disiplin dalam menaatinya dan mengingatkan orang-orang untuk tidak berkerumun. Mari jadi corong agar makin banyak orang yang menaati protokol kesehatan, agar pandemi bisa cepat selesai.

Dengan berdisiplin dalam menjaga protokol kesehatan maka kita bisa bebas dari kondisi pandemi secepatnya. Masyarakat harus kompak dan saling mengingatkan jika ada yang tak pakai masker atau membuat kerumunan. Kita ingin bisa bebas corona, oleh karena itu harus menaati protokol, mendapatkan vaksin, dan jangan lengah sedikitpun. 


)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan  Mahasiswa Cikini