ads

23 Juni 2021

  • Follow us

Vaksinasi Massal Percepat Kekebalan Komunitas

Vaksinasi Massal Percepat Kekebalan Komunitas


Oleh : Raditya Rahman 

Editor : Ida Bastian

Kekebalan komunitas adalah situasi ideal yang harus dicapai, sebagai syarat untuk mengakhiri masa pandemi. Oleh karena itu, pemerintah mencanangkan program vaksinasi nasional yang dilakukan secara massal. Tujuannya agar makin banyak yang mendapatkan suntikan vaksin dan bebas corona secepatnya.

Naiknya kasus corona di Indonesia membuat pemerintah pusing, karena rencananya sekolah akan dibuka kembali. Namun pada wilayah berzona merah itu mustahil karena akan membahayakan anak-anak. Untuk mencegah tersebarnya corona maka program vaksinasi nasional kembali digenjot, agar semua orang diinjeksi secepatnya.

Vaksinasi massal adalah salah satu upaya untuk mensukseskan program vaksinasi nasional. Karena acara ini dihadiri oleh banyak orang, sehingga makin banyak warga yang sudah divaksin. Sehingga kekebalan mereka naik dan jumlah pasien corona menurun. Seperti yang dilakukan di Stadion Chandrabaga, Bekasi. Vaksinasi massal dianggap sukses dan menaikkan harapan akan tercapainya herd immunity lebih cepat.

Pemerintah melalui akun Youtube Sekretariat Presiden memuji vaksinasi massal yang dilakukan di Bekasi. Jika di semua daerah seperti ini, maka kekebalan komunitas akan cepat tercapai. Sehingga diharap vaksinasi massal ini bisa menjadi role model yang bagus.

Namun harus dipastikan  bahwa vaksinasi massal harus mematuhi protokol kesehatan, agar tidak membentuk klaster corona baru. Misalnya, jumlah maksimal orang yang datang hanya 50% dari kapasitas gedung, ada jarak antar kursi minimal 1 meter, wajib pakai masker dan mencuci tangan. Selain itu, jarum suntik dan peralatan kesehatan lain harus benar-benar steril.

Alternatif lain dari vaksinasi massal di dalam stadion atau aula adalah vaksinasi drive in. Orang yang akan disuntik vaksin corona harus naik mobil lalu disuntik oleh nakes yang bertugas, saat ia masih berada di dalam kendaraan. Cara ini sangat praktis karena mempercepat antrian, sehingga setelah diinjeksi dan diberi paracetamol, akan bisa langsung pulang secepatnya.

Selain itu, vaksinasi corona ala drive in juga memperkecil kontak dengan banyak orang, karena mobilnya dipastikan sudah steril dan orang yang akan disuntik hanya berkomunikasi dengan tim medis yang bertugas. Semuanya juga memakai masker sehingga aman dari penularan virus covid-19 via droplet. Sehingga tidak akan terbentuk klaster corona baru.

Bagaimana jika ada masyarakat yang tidak memiliki kendaraan roda 4? Mereka bisa menyewanya di persewaan atau memakai taksi online. Lalu, dalam 1 mobil hanya ada maksimal ada 3 orang, sehingga masih bisa menjaga jarak antar penumpang. Jangan lupa juga untuk memakai masker dan membawa hand sanitizer.

Di NTB ditargetkan vaksinasi massal akan merengkuh 3.000 orang dalam 3 hari. Sementaradi Jakarta, vaksinasi massal dilakukan di gedung Sentra Vaksinasi. Sentra ini baru berdiri dan merupakan kerja sama antara Kementrian Kesehatan dengan Kementrian BUMN. Kalau di daerah lain, vaksinasi massal juga masih digenjot, agar makin banyak yang mendapatkan vaksin. 

Masyarakat diharap untuk menuruti vaksinasi dan tak pilih-pilih. Dalam artian, jika vaksin yang ada adalah Sinovac, tak apa-apa. Ketika yang ada vaksin AstraZeneca, juga tidak apa-apa. Efikasinya sama-sama tinggi. Jangan takut akan efek sampingnya karena sangat minim dan kedua jenis vaksin itu sudah lulus uji BPOM serta halal MUI. Ingatlah bahwa vaksinasi demi keselamatan diri sendiri dan kesehatan bersama, dan untuk mencapai herd immunity.

Program vaksinasi massal amat dipuji oleh masyarakat karena meningkatkan jumlah WNI yang sudah diinjeksi. Jika makin banyak yang sudah divaksin tentu akan menurunkan jumlah pasien corona. Sehingga herd immunity akan cepat terbentuk. Status pandemi akan segera diakhiri dan kita akan bebas dari ancaman corona yang mengerikan. 


)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini