ads

08 Mei 2021

Lembaga GAMBAR Batu Bara Berikan Bantuan Kepada Bilal Mayit

Lembaga GAMBAR Batu Bara Berikan Bantuan Kepada Bilal Mayit

 


BATU BARA, LintasTotabuan.com - Sebanyak 15 orang bilal mayit yang ada di Kecamatan Tanjung Tiram dan Nibung Hangus Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara menerima bantuan paket sembako dari lembaga Generasi Melayu Kabupaten Batu Bara (GAMBAR) Sabtu (08/05/2021)


Ketua Umum Lembaga GAMBAR Batu Bara, Muhammad Kamel menyampaikan bahwa bantuan ini setiap tahun rutin diberikan kepada bilal mayat, menurut Kamel, bantuan yang diberikan ini jangan dilihat nilai materilnya, namun lihatlah selalu kepedulian pembina lembaga GAMBAR Bapak H Elfi Haris SH, M.Hum kepada sesama.


" Bantuan diberikan di Indrayaman Kecamatan Talawi, Sukamaju Tanjung Tiram, Bandar Sono, Kecamatan Nibung Hangus sebanyak 15 orang, kami menyadari bantuan ini tidak besar, namun harapannya bantuan ini bisa bermanfaat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kamel yang akrab disapa bang Kumis ini.


Pada kesempatan itu juga, ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pembina GAMBAR Bapak H Elfi Haris yang konsen dan peduli kepada bilal mayat dan masyarakat yang kurang mampu, Kamel berharap semoga Pemkab Batu Bara juga dapat memperhatikan keberadaan para bilal mayat yang ada di Kabupaten Batu Bara ini.


Terpisah, Pembina lembaga GAMBAR Batu Bara, H Elfi Haris, SH, M.Hum, ketika dikonfirmasi wartawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan penyaluran zakat maal yang rutin dilakukan setiap tahun.  Menurut Elfi Haris, mungkin diantara penerima zakat maal tersebut banyak yang berprofesi sebagai bilal mayit. 


" Keberadaan bilal mayit sangat  penting di masyarakat. Merekalah yang menyempurnakan fardhu kifayah mayat. Jika tidak ada mereka, kita sekampung akan berdosa. Dan profesi bilal mayit belum mendapat porsi gaji/ tunjungan yang layak, sehingga masyarakat perlu berbagi dengan mereka," ungkap Elfi Haris.


Selain itu, Pria kelahiran Perupuk ini menambahkan, profesi ini tidak semua orang mau melaksanakannya, karena selain tidak mendapatkan standard upah juga harus siap menerima tugas selaman 24 jam dalam menunaikan fardu kifayah.


“ Kapanpun harus siap sedia, saat umat membutuhkan, meski demikian, para bilal mayit ini tetap melaksankannya dengan keihklasan, untuk menjalankan sekaligus menyelesaikan penyelenggaraan fardhu kifayah ini," tutur Kepala bea cukai Kualanamu Internasional ini. (MA)