ads

07 Maret 2021

  • Follow us

Disiplin Prokes dan Vaksinasi Solusi Ampuh Hadapi Varian Baru Virus Corona

 Disiplin Prokes dan Vaksinasi Solusi Ampuh Hadapi Varian Baru Virus Corona

Oleh : Zainudin Zidan 

Editor : Ida Bastian


Mutasi Virus Corona baru B117 asal Inggris telah masuk ke Indonesia. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tidak khawatir karena disiplin Prokes dan vaksinasi Covid-19 tetap ampuh meredam penularan virus. 

Satu tahun usai dilaporkannya kasus pertama di Indonesia, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono melaporkan bahwa varian baru virus corona Covid-19 yang pertama kali diidentifikasi di Inggris ditemukan di Tanah Air. Dante menyebut, ada 2 kasus baru varian B117.

Dua kasus mutasi virus Corona tersebtu terdeteksi setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 496 virus SARS-CoV-2 yang beredar di Tanah Air dalam beberapa bulan terakhir. Artinya kita akan menghadapi pandemi ini dengan tingkat kesulitan yang semakin berat.

Dante menuturkan, refleksi tersebut akan membuat tantangan baru kita ke depan untuk lebih mengembangkan proses-proses yang berkaitan dengan riset yang semakin cepat, model-model penanganan yang lebih baik, dan studi-studi epidemiologis secara analitik, karena proses mutasi ini sudah ada di sekitar kita.

Dalam kesempatan berbeda, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan ada 2 warganya yang terpapar virus corona varian baru dari Inggris (UK 117) berasal dari Kabupaten Karawang. Warga tersebut diketahui terpapar varian baru virus corona dari Inggris B117 usai bepergianmenggunakan maskapai penerbangan Qatar Airways.

Menurut Ridwan Kamil, standar penanganan penyakit infeksi menular khusus selama 10 hari langsung dilakukan setelah pasien mendarat. Tetapi saat ini virus B1117-nya tidak hilang.

Dirinya juga memastikan bahwa virus corona B117 ini menular akibat kedua warga Kabupaten Karawansg bepergian ke luar negeri, sehingga bukan penularan secara lokal.

Mutasi SARS-Cov-2 B117 dari Inggris sendiri dilaporkan lebih mudah menular daripada varian virus Corona yang telah lebih dulu ada. Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga sejak Desember 2020 sudah memperketat perjalanan dari luar negeri, demi mencegah masuknya varian tersebut ke dalam begeri.

Untuk mengatasi dan mencegah diri kita dari penularan Covid jenis baru tentu saja disiplik prokes harus tetap dilakukan. Karena dalam mengatasi pandemi ini, harus bersama-sama. Tidak bisa sndiri.

Presiden RI Joko Widodo juga kembali mengingatkan serta mengajak kepada masyarakat agar tetap disiplin dalam mematuhi anjuran dan protokol kesehatan di tengah pandemi. Dalam upaya menangani pandemi covid-19 di Indonesia, masyarakat juga berperan besar dalam menekan jumlah kasus serta penyebarannya.

Presiden Jokowi juga menuturkan, bahwa kita harus menyadari ancaman covid-19 yang belum berakhir. Bahkan setidaknya, masih terdapat beberapa provinsi yang diketahui memiliki angka penyebaran Covid-19 yang tinggi hingga saat ini.

Oleh karena itu, pemerintah bersama dengan masyarakat harus terus berupaya dan bersinergi bersama dalam menghadapi pandemi ini. Masyarakat juga harus saling mengingatkan antarsesama supaya kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan haruslah dilakukan.

Pada kesempatan berbeda, pemerintah Kota Surabaya menebutkan bahwa virus corona B117 belum ditemukan di Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita berharap agar masyarakat tetap waspada. Menjaga protokol kesehatan sekaligus mengikuti program vaksinasi.

Ia menuturkan, untuk memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Selain itu vaksinasi juga merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan.

Dirinya juga belum bisa memastikan detail terkait dengan perbedaan antara virus tersebut dari sebelum mutasi. Febria hanya menjalaskan bahwa dampak yang disebut lebih cepat.

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dari Departemen Mikrobiologi FK Universitas Gadjah Mada (UGM), dr R Ludhang Pradipta R., M. Biotech, SpMK, mengatakan ada kemungkinan untuk terinfeksi virus corona sebelum atau sesudah vaksinasi.

Oleh karena itu, dengan melakukan tindakan pencegahan disertai vaksinasi merupakan langkah perlindungan tubuh yang tepat.

Menurut beliau, hal tersebut dikarenakan vaksin membutuhkan waktu dan belum memiliki cukup waktu untuk memberikan perlindungan maksimal bagi tubuh.

Ludhang juga mengingatkan, vaksin bukanlah obat yang efeknya dapat terasa setelah dua jam penyuntikan.

Setelah vaksinasi, tubuh tetap membutuhkan waktu beberapa minggu untuk membangun kekebalan tubuh.

Sementara itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga mengingatkan agar masyarakat tidak lengah dalam menjalankan protokol kesehatan, meski program vaksinasi mulai berjalan. Vaksin disebutnya tidak otomatis langsung memberikan kekebalan atau imunitas pada penggunanya.

Setahun sudah virus corona mengacaukan negeri ini, tentu saja perlu upaya ekstra agar pandemi ini bisa segera berakhir.


)* Penulis adalah pegiat literasi kesehatan tinggal di Tasikmalaya