ads

24 Februari 2021

FPMSI Ajak Warganet Produksi dan Posting Konten Positif Melawan Hoaks Vaksinasi Covid-19

FPMSI Ajak Warganet Produksi dan Posting Konten Positif Melawan Hoaks Vaksinasi Covid-19



Jakarta - Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) mengajak warganet dan generasi milenial untuk memproduksi dan menyebarkan konten yang positif untuk melawan hoaks seputar vaksinasi covid-19. 


FPMSI sendiri merupakan komunitas masyarakat yang terdiri dari kalangan  pegiat sosial media, baik YouTuber, blogger, vlogger, dan konten kreator serta telah sering mempublikasikan aksi÷aksi literasi positif di sosial media berupa kemasan-kemasan kreatif seperti meme, video pendek, dan artikel seputar manfaat dan edukatif terkait program vaksinasi Covid-19. 


"FPMSI dan kalangan Warganet Mendukung serta ikut melaksanakan vaksinasi covid-19 demi ketangguhan dan Kemajuan Indonesia" ujar Ketua FPMSI Rusdil Fikri. 


Rusdil juga mengimbau dan mengajak warganet untuk memviralkan konten positif serta melawan Informasi hoaks dan Informasi negatif terkait Vaksinasi Covid-19. 


"Hindari Virus Hoaks dan Cegah Disinformasi Terkait Vaksinasi Nasional Dengan Sebar Konten Positif Dukung Penanganan Pandemi Covid-19" Ajak Rusdil. 


Diketahui FPMSI telah melakukan berbagai  kampanye literasi positif terkait vaksinasi sejak awal februari 2021 serta melakukan deklarasi online bersama  komunitas warganet Nusantara dalam melawan disinformasi dan hoaks vaksinasi demi suksesnya penanganan pandemi Covid-19 di media sosial, yang isinya diantaranya: 


Pertama, Siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang – Undang Dasar 1945 Serta Kebhinekaan. 


Kedua, Siap bekerjasama melawan hoaks dan konten negatif  serta disinformasi di media sosial seputar vaksin Covid-19 demi suksesnya penanganan pandemi covid-19 oleh pemerintah. 


Kedua, Siap menyebarkan konten narasi positif di lini media publik guna mendukung program vaksinasi demi suksesnya  upaya pemerintah menangani Covid-19 dan pulihnya ekonomi nasional.