ads

09 November 2020

Turidi, Minta Pengerjaan Jembatan Di Jalan Irigasi Sipon Dihentikan Sementara

Turidi, Minta Pengerjaan Jembatan Di Jalan Irigasi Sipon  Dihentikan Sementara


Kota Tangerang Pembangunan proyek nasional tol JORR II di Kota Tangerang kembali disoal. Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto meminta pengerjaan jembatan di jalan Irigasi Sipon Kelurahan Buaran Indah, Kecamatan Tangerang, dihentikan sementara.

Hal itu ditegaskan Turidi saat melakukan sidak di lokasi tersebut, pada Rabu (4/11/2020). Menurut Turidi, pemberhentian sementara proyek tersebut dilakukan karena dinilai mempersempit akses jalan.

“Kami minta ini dihentikan dulu sebelum diaccept. Jadi kita minta dihentikan di lajur sisi kiri,” kata Turidi.

Berdasarkan aduan masyarakat, lanjutnya, struktur pembangunan jembatan ini mempersempit lajur jalan di sisi kiri sekitar enam meter. Sehingga, pihaknya menginginkan pembangunan jembatan tersebut dihentikan sementara.

“Ke depannya kita berharap jalan irigasi sipon ini menjadi jalur kebanggaan untuk masyarakat,” ucapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Tangerang Sumarti menambahkan, rekomendasi pemberhentian sementara proyek ini demi kepentingan masyarakat Kota Tangerang dan bukan untuk menghambat investasi.

“Tentunya karena ini jalur yang berhubungan dengan masyarakat yang harus dipenuhi aspirasinya. Agar jalannya menjadi jalan utama yang menjadi keinginan warga Kota Tangerang,” kata Sumarti.

Sementara Direktur Utama PT. Jasamarga Kunciran Cengkareng (JKC), Agung Widodo menuturkan, pihaknya sepakat menghentikan sementara proses pembangunan jembatan tol JORR II ini, sampai ada kebijakan lebih lanjut dari Kementerian PUPR.

“Sebetulnya kami berharap tidak dihentikan, tapi kami akan sesegera mungkin bisa melakukan review persetujuan untuk ini, sehingga kami bisa bekerja kembali,” terang Agung.

Agung mengaku, proyek jembatan tol JORR II yang ditargetkan rampung pada Desember 2020 ini sesungguhnya telah dilakukan koordinasi dan kajian secara komprehensif dengan melibatkan stakeholder terkait.

Ia menyebut, persoalan DPRD Kota Tangerang yang meminta proyek untuk diberhentikan sementara ini lantaran adanya masalah komunikasi.

“Sebetulnya ini bukan proyek kemarin sore yang sudah lama sekali dan kami targetkan bisa selesai akhir tahun ini. Jadi mungkin masalah komunikasi saja,” pungkasnya.


• Ida Bastian