ads

29 November 2020

Sebanyak 6000 Pemuda Ansor Ikuti Apel Virtual Kebangsaan

Sebanyak 6000  Pemuda Ansor Ikuti Apel Virtual Kebangsaan


Kota Tangerang - Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor menggelar Apel Kebangsaan Virtual (Zoom Meeting dan Live Youtube) pada hari Minggu pagi (29/11). Apel diikuti  lebih dari 6.000 peserta utama dari enam  Pimpinan Wilayah GP Ansor se-Jawa (Jatim: 43 Pimpinan Cabang (PC) & 2.150 personil, Jateng: 35 PC & 1.800 personil, DIY: 6 PC & 300 personil, Jabar: 28 PC & 1.400 personil, DKI Jakarta: 6 PC & 350 personil, Banten: 9 PC & 450 personil). 


Turut hadir pula ratusan peserta apel virtual perwakilan dari Pimpinan Wilayah GP Ansor se-Indonesia dan Pimpinan Cabang GP Ansor luar negeri seperti PC GP Ansor Taiwan, Malaysia, Korea Selatan dan Mesir.

Begitu juga dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Tangerang melaksanakan Apel Kebangsaan di Pondok Pesantren Al-Fatihah Cipondoh


Meskipun dilaksanakan secara virtual, seluruh peserta apel virtual tetap melaksanakan protokol kesehatan.


Acara diawali dengan pembacaan Teks Pancasila dan Nawa Prasetya Banser, dilanjutkan dengan lagu Indonesia Raya, Mars Ansor dan Mars Banser. Orasi Kebangsaan disampaikan oleh Ketua Umum GP Ansor, H. Yaqut Cholil Qoumas, dan diakhri dengan Mars Syubbanul Wathon.


Dalam orasinya, Gus Yaqut menyampaikan beberapa poin, yang pertama ditujukan bagi kader Ansor, bahwa Pandemi telah membatasi ruang gerak dan aktifitas kita, namun sebagai kader GP Ansor kita tidak akan menyerah seberat apapun tantangan ke depannya. Semoga kita dan bangsa yang kita cintai ini senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan lahir batin, keberkahan.


Bahwa kita sebagai kader GP Ansor memiliki dua tanggung jawab inti kepada NKRI dan Para Ulama/Kiai NU, tanggungjawab tersebut diaplikasikan dengan "menjaga" NKRI & Kiai-Kiai. Menjaga Para Kiai tidak hanya menjaga dari ancaman-ancaman, buli-an, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan Para Kiai di musim pandemi saat ini.


Poin selanjutnya disampaikan kepada para tokoh masyarakat, bahwa sebagai tokoh agar mampu memberikan contoh/teladan yang baik, juga agar mampu menunjukkan kepedulian kepada masyarakat. Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat juga harus menjadi priotitas bagi para tokoh dalam melaksanakan kegiatan sosial kemasyarakatan, terutama di musim pandemi saat ini. Diharapkan tidak ada lagi pertemuan-pertemuan yang melibatkan masyarakat dan beresiko/berdampak negatif kepada kesehatan dan keselamatan mayarakat tersebut.


Poin selanjutnya disampaikan kepada Pemerintah, bahwa GP Ansor meminta kepada pemerintah untuk tegas menegakkan aturan, terutama tegas dalam menegakkan aturan yang terkait dengan pandemi covid-19, tidak boleh ada tawar-menawar. Pemerintah harus tegas jika protokol kesehatan dilanggar, tegakkan peraturan dan hukum.


Gus Yaqut juga meminta kepada seluruh kader Ansor-Banser untuk ikut mensukseskan penyelenggaraan Pilkada Serentak tahun 2020, kader Ansor-Banser harus bisa memberi contoh dilingkungannya, bagaimana Pilkada ini tidak meninggalkan protokol kesehatan dalam Pilkada serentak tahun 2020. Bahwa demokrasi yang berkualitas itu bukan hanya pada prosesnya saja, bukan saja demokrasi yang menolak politik uang, tetapi juga demokrasi yang bisa menjamin kesehatan dan keselamatan masyarakat.


Dalam merespon dinamika sosial dan politk di negara kita belakangan ini, kita kader Ansor-Banser siap bersama-sama dengan TNI dan Polri menjaga, mengamankan dan merawat keutuhan NKRI. Tidak boleh ada yang tegak berdiri di negeri ini mengatasnamakan kesewenang-wenangan, merasa paling benar sendiri. Negara Indonesia tegak berdiri karena bersama-sama, dan milik kita bersama.


Menjadi Indonesia adalah menjadi manusia yang bisa meletakkan diri di dalam keberagaman, menjadi manusia yang bisa menerima perbedaan-perbedaan. Dan dari perbedaan-perbedaan ini akan berbuah persatuan dan kekuatan untuk kita semua.


• Ida 

Berita Menarik Lannya

Berita Terkini