ads

22 Oktober 2020

Pjs Bupati Labuhanbatu Tekankan Percepatan Penanganan Stanting

Pjs Bupati Labuhanbatu Tekankan Percepatan Penanganan Stanting

 



Rantauprapat, LintasTotabuan.com - Pjs.Bupati Labuhanbatu Drs.Mhd.Fitryus SH.MSP Tekankan kepada seluruh OPD terkait untuk melakukan percepatan penanganan Stanting di labuhanbatu, hal ini di sampaikan pada saat mengikuti Rapat Koordinasi Teknik Nasional Percepatan Penanganan Stanting virtual bersama Staf khusus wakil presiden RI Bambang Widianto diruang rapat kantor Bupati Labuhanbatu jalan Wr.Supratman Rabu 21/10/2020.


Stunting akibat kekurangan gizi yang terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) tidak hanya menyebabkan hambatan pada pertumbuhan fisik dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit, namun juga mengancam perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak serta risiko terjadinya gangguan metabolik yang berdampak pada risiko terjadinya penyakit degeneratif (diabetes melitus, hiperkolesterol, hipertensi) di usia dewasa. ucap Pjs.



Prevalensi stunting merupakan salah satu masalah gizi terbesar pada baduta di Indonesia. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sebanyak 30,8% balita menderita stunting. Proporsi status gizi pendek dan sangat pendek pada bayi di bawah dua tahun (baduta) mencapai 29,9% atau lebih tinggi dibandingkan target RPJMN 2019, yaitu sebesar 28%. Padahal apabila stunting terjadi pada masa balita, namun mendapatkan intervensi dengan benar sesuai dengan standar, akan mampu meminimalisir segala dampak yang disampaikan di atas.


 Tingginya prevalensi stunting saat ini menunjukkan bahwa terdapat permasalahan mendasar yaitu ketidaktahuan masyarakat terhadap faktor-faktor penyebab stunting dan pemberian pelayanan kesehatan yang belum sesuai standar, baik di tingkat masyarakat maupun di fasilitas pelayanan kesehatan yang mendorong terjadinya stunting.


Peningkatan pengetahuan dan keterampilan untuk setiap kelompok sasaran sesuai perannya dalam pencegahan stunting menjadi penting. 


Dengan meningkatnya pengetahuan tersebut, diharapkan kelompok sasaran dapat melakukan perubahan perilaku yang mendukung pencegahan stunting. Di tingkat masyarakat, tenaga pelayan kesehatan diharapkan memiliki pengetahuan yang baik tentang stunting  sehingga dapat memberikan informasi dengan benar, melakukan intervensi layanan kesehatan dengan tepat.tegas Fitryus.



Drs Fitryus menekankan kepada seluruh intansi terkait mulai dari Camat, Lurah, Kades hingga Kadus dan Kepling untuk memonitor seluruh pelosok daerah, mendata dan mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mencegah stanting di daerah masing-masing. 



Sementara Kepala Bidang Kesehatan masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Friska Simanjuntak SKM, M.Kes menyampaikan pihaknya juga terus bergerak ke seluruh pelosok-pelosok daerah, baik dalam bentuk sosialisasi hingga membantu pencegahan dan penanggulangan stanting.



Rakor di ikuti Pjs. Bupati Labuhanbatu Drs.Mhd.Fitryus SH.MSP, Asisten I Sarimpunan Ritonga M.Pd, Asisten III Zaid Harahap,  dan Beberapa Kepala OPD terkait.(Uban)