ads

15 Oktober 2020

Edi Suhendi : Pelanggar PSBB Harus Ditindak Tegas

Edi Suhendi : Pelanggar PSBB Harus Ditindak Tegas


KOTA TANGERANG - Ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tangerang Edi Suhendi mengatakan, pemberlakuan berbagai sanksi denda administrasi bagi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harus ditindak secara tegas.


Sebab menurut Edi, masyarakat Kota Tangerang cenderung tidak patuh atau belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan Covid-19.


"Melihat kondisi di lapangan seharusnya sanksi denda ditegakkan dengan tegas," ungkap Edi, di Gedung DPRD Kota Tangerang, Kamis (1/10/2020).


Sanksi denda administrasi ini berdasarkan Perwal No 29/2020, No 70/2020, dan No 78/2020, untuk pelanggar yang tidak mengenakan masker dan menjaga jarak didenda Rp50 ribu.


Sementara kegiatan hiburan dan rekreasi yang melanggar ketentuan PSBB didenda Rp5 juta, kegiatan rumah makan didenda Rp300 ribu, perhotelan didenda Rp5 juta, kegiatan sosial dan budaya didenda Rp5 juta.


Dana sanksi denda itu dibayarkan melalui Bank Jabar Banten untuk dijadikan kas daerah. Selain tegas, Edi juga meminta para petugas yang menegakkan operasi aman bersama tidak melakukan pungutan liar dalam menerapkan sanksi denda administrasi tersebut.


"Kami ingin tidak ada pungli. Petugas harus benar-benar menindak tanpa pungli," ucapnya. 


Menurut Edi, sosialisasi sanksi denda kepada masyarakat Kota Tangerang sudah cukup gencar. Masyarakat cenderung sudah mengetahui adanya rencana penerapan sanksi ini.


"Jadi diharapkan masyarakat sudah mengetahui adanya sanksi denda ini agar tidak melanggar," katanya. 


Kendati demikian, dirinya juga berharap masyarakat bisa lebih meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah tertularnya paparan Covid-19.


Diketahui, sanksi denda administrasi bagi pelanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang mulai diberlakukan per 1 Oktober 2020. 

`• Ida