-->

ads

Sabtu, 04 Juli 2020

Pemkab Batu Bara Gelar Uji Kompetensi Guru Non- PNS

Pemkab Batu Bara Gelar Uji Kompetensi Guru Non- PNS

BATU BARA, LintasTotabuan.com - Pemerintah Kabupaten Batubara melalui dinas pendidikan menggelar uji kompetensi Guru non- PNS Sekolah Negeri di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara, Sumatra Utara, Sabtu (4/7/2020). 

" Peserta UKG berjumlah 1.226 orang dari jenjang UPTD Negeri TK, SD dan SMP se Kabupaten Batubara dengan menggunakan 61 ruang uji di tiga lokasi yaitu SMPN 1 Airputih, SMPN 1 Limapuluh dan SMPN 3 Airputih dan bekerja sama dengan Lembaga Spikologi Pendidikan Fhilantropi Pendidikan Pendidikan Fhilantropi (LP-FPPF) Medan dibantu dengan melibatkan pejabat di lingkungan Disdik Batu Bara termasuk pengawas Dikdas sekolah tempat penyelenggara Ujian, " kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara Ilyas Sitorus kepada awak media.

Ilyas Sitorus menjelaskan, sebagaimana yang di sampaikan Bupati Batubara, bahwa bagi Tenaga Pendidik/ Guru yang belum memiliki S1/ D- IV diberi kesempatan untuk menyelesaikan pendidikannya sampai akhir Desember 2020, karena hal ini telah diinformasikan sejak 2016 yang lalu melalui Disdik Kabupaten Batu Bara.

" Uji kompetensi ini merupakan langkah awal bagi para guru untuk menuju sertifikasi. Disamping itu juga kita sekaligus ingin mendata dan merapikan administrasi tenaga pendidikan kita khususnya Guru non ASN, setelah ini akan ada keputusan Bupati Batu Bara tentang Tenaga Pendidik/ Guru Honor/ Guru Non ASN di Batu Bara, "tegas Sitorus. 

Menurut Sitorus, Pengeluaran pemerintah yang sedemikian besar baik melalui APBN maupun APBD sayang jika tidak sebanding dengan kontribusi yang diberikan.

" Manfaat Uji Kompetensi Guru, Selain bermanfaat bagi para tenaga pendidik, Uji Kompetensi juga dapat dimanfaatkan oleh Dinas Pendidikan untuk perencanaan kegiatan peningkatan kemampuan guru-guru kita atau lembaga lainnya, " tutur Sitorus.

Sebagai seorang pendidik profesional ujar ilyas Sitorus, guru memiliki peran utama dalam memberi pendidikan, mengajar, memberikan bimbingan, menilai, mengarahkan, melatih serta mengevaluasi peserta didik baik itu pada pendidikan anak usia dini dengan jalur formal, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.

"Sehingga mereka dapat melakukan perbaikan atau meningkatkan model pembelajaran yang tidak hanya tersurat namun tersirat juga" ujar pria yang selalu akrab bersama awak media ini.

Uji Kompetensi Guru (UKG) ini sendiri lanjut Ilyas Sitorus, memiliki kedudukan sebagai sarana kualifikasi untuk guru sebagai tenaga profesional. Berdasarkan undang-undang No 14 tahun 2005 mengenai guru dan dosen. Definisi profesional sendiri adalah  sebuah pekerjaan ataupun kegiatan yang dilakukan seseorang serta menjadi sumber penghasilan kehidupannya yang memerlukan keahlian, kemahiran serta kecakapan untuk memenuhi standar mutu dan norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi, tutup Sitorus. (MA) 

Berita Menarik Lannya

Berita Terkini