-->

ads

Jumat, 17 Juli 2020

Membangun Indonesia Tangguh Berdasar Pancasila di Era New Normal


Oleh : Putu Raditya Pandet )*

Pancasila adalah azas negara Indonesia dan merupakan sumber dari segala sumber hukum. Pancasila bukan hanya sebuah Ideologi, tapi kelima silanya diterapkan di kehidupan sehari-hari. Apalagi di era new normal, penerapan Pancasila seperti keadilan sosial sangat bagus untuk berbagai kepada sesama dan membangun Indonesia yang tangguh.
Masihkah Anda hafal kelima sila Pancasila? Sejak TK kita diajari untuk menghafal kelima silanya, namun tentu lebih baik untuk mengamalkan semuanya. Karena Pancasila sudah dirancang agar kehidupan bernegara dan bersosialisasi bisa berjalan dengan baik. sedangkan di era new normal, penerapan Pancasila bisa membuat negara jadi lebih tangguh.
Sebagai contoh, sila pertama dari Pancasila, yakni ketuhanan yang maha esa, membuat semua orang lebih beribadah dengan khusyuk. Di tengah pandemi, kita tak boleh menyalahkan Tuhan karena memberi kutukan kepada seluruh warga dunia dengan penyakit mematikan. Namun menyadari bahwa pandemi ini adalah ujian agar lebih taat dalam menyembah-Nya.
Ketika semua orang sadar bahwa pandemi adalah ujian, maka akan lebih rajin berdoa. Setelah berdoa dan beribadah maka hati jadi lebih tenang, dan pekerjaan jadi lancar. Ketika semua orang bekerja dengan semangat, maka kondisi finansial Indonesia akan bangkit lagi dan negara kita jadi maju kembali. Karena doa adalah salah satu bahan bakar menuju kesuksesan.
Sila kedua adalah kemanusiaan yang adil dan beradab. Pemerintah berusaha agar tetap adil kepada rakyatnya dan memberi berbagai bantuan untuk warga yang terdampak. Seperti memberi sembako, uang tunai, dan lain-lain. Bantuan ini membuat rakyat lega karena logistik terjaga dan tubuhnya sehat, dan semangat dalam membangun Indonesia tangguh.
Sila ketiga adalah persatuan Indonesia. Selayaknya kita berusaha keras menjaga persatuan Indonesia dan tidak mudah terpengaruh oleh berita hoax. Karena kebanyakan hoax dibuat oleh kaum radikal yang ingin memecah-belah persatuan bangsa. Di era new normal, persatuan adalah hal yang mutlak, karena bisa mengompakkan warga negara Indonesia.
Sedangkan sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan, bisa diamalkan dengan kepemimpinan presiden yang bijaksana. Selama masa pandemi hingga new normal, pemerintahan presiden sangat baik dalam menangani corona dan kebijakan juga mencakup masukan dari Kemenkes dan pihak lain.
Salah satu contoh kebijaksanaan presiden adalah dengan menolak lockdown total di Indonesia, karena ternyata bisa melumpuhkan ekonomi. Selain itu, dibukanya era new normal juga membuat kondisi finansial rakyat membaik, karena bisa bekerja dengan lancar. Sektor ekonomi, pariwisata, dan lain-lain juga membaik, sehingga ketahanan finansial kita membaik.
Sila kelima Pancasila adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Pemerintah selalu adil dan membantu rakyat tidak hanya dengan bansos. Namun ada juga bantuan lain berupa kartu pra-kerja, PKH, pengurangan suku bunga pinjaman di Bank, dan lain-lain. Semua warga negara mendapat fasilitas itu dan merasa diperhatikan oleh pemerintah.
Pengamalan Pancasila ini tentu tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga rakyatnya. Selain rajin beribadah, maka kita juga bisa membuat keadilan sosial dengan ikut membantu sekitar. Ketika ada yang kekurangan, maka yang diprioritaskan adalah tetangga terdekat. Begitu juga jika ada yang ternyata kena corona, semua bekerja sama untuk membawanya ke RS.
Semua sila Pancasila jika diaplikasikan akan membuat Indonesia tangguh dalam bidang ekonomi, pariwisata, dan lain-lain. Rakyat bisa bekerja sama dan peduli sesama, sementara pemerintah memberi contoh dengan membuat peraturan yagn bijaksana dan adil bagi semua. Semoga kita bisa tetap mengamalkan Pancasila di era new normal agar kehidupan jadi makin baik.

)* Penulis aktif dalam Gerakan Mahasiswa (Gema) Jakarta
Berita Menarik Lannya

Berita Terkini