ads

Jumat, 31 Juli 2020

  • Follow us

Corona Tidak Terlihat, Tetapi Mematikan

Corona Tidak Terlihat, Tetapi Mematikan

Penulis KKN-Dr UINSU Kelompok 25



Manusia adalah makhluk yang paling sempurna di muka bumi ini. Ia dapat lahir dengan tahapan hidup yang luar biasa. Tahapan-tahapan itulah yang membuat manusia mengenal pengetahuan dan pengalaman berdasarkan apa yang dilalui dan dilakukannya. Sebuah perjalanan hidup yang membawa pengenalan lebih lanjut tentang dunia, seperti awalnya tidak tahu menjadi pengetahuan, awalnya tidak bisa menjadi terbiasa, awalnya hanya orang biasa menjadi luar biasa (konglomerat dunia). setelah pengalaman yang panjang, manusia membawa ilmu pengetahuan kemudian menerapkan di kehidupan nyata. Ilmu yang pada awalnya sedikit menjadikan manusia dapat melihat dunia dan alam sekitar.

Sebagian manusia hidup mengenal pengetahuan tentang apa yang selama ini dipelajarinya, tetapi manusia belum tentu bisa mempelajari seluk-beluk pengetahuan dimuka bumi. Karena ketidakmampuan manusia dibatasi dengan standar otak yang dimilikinya. Juga terkadang manusia lupa akan siapa yang menciptakan semua ini, ia bahkan tidak bisa berpikir siapa yang menciptakannya. Itulah batas kemampuan berpikir manusia, tidak mengerti tentang Sang Penciptanya.

Banyak orang berpikir bahwa kesehatan fisik lebih penting daripada kesehatan mental. Pikiran inilah yang mungkin saja manusia hanya fokus pada apa yang dilihat. Tetapi menurut penulis, pikiran dan mental yang sehat adalah hal utama. Semua  yang ada didunia dimulai dari pikiran dan hati. Oleh karena itu, kita harus berpikir positif. Tetapi bisa juga sekali-kalu mencoba untuk melampaui pikiran positif tersebut sehingga kita mampu menerapkan kemampuan untuk kesadaran diri yang lebih tinggi. Hakikatnya, di semesta ini tidak ada yang abadi. Itulah kesadaran utama yang harus ditanamkan pada diri sendiri.

Manusia yang kuat adalah manusia yang tabah menghadapi masalah dan cobaan yang telah menimpa pada dirinya, dengan menanamkan pondasi keimanan yang kuat kita akan terhindar dari setiap masalah, sekalipun masalah tersebut adalah masalah yang sangat besar. Begitu juga dengan penyakit, ketika manusia didatangkan dengan suatu penyakit, ia akan berusaha agar tidak sakit lagi, semua itu harus ada ikhtiar dari pondasi keimanan yang kuat. Semakin kita menjalani hidup, semakin berdatangan masalah apapun itu yang terjadi, tergantung dengan apa yang kita miliki juga. Semakin banyak barang yang kita miliki, semakin bertambah teliti kita menjaga barang yang kita miliki itu.

Manusia yang kuat adalah manusia yang tabah dan kuat menghadapi masalah dan cobaan yang telah meliilit pada dirinya, dengan menanamkan pondasi keimanan yang kuat kita akan terhindar dari setiap masalah, sekalipun masalah tersebut adalah masalah yang sangat besar. Begitu juga dengan penyakit, ketika manusia didatangkan dengan suatu penyakit, ia pasti mencari jalan keluar agar ia tidak sakit lagi, semua itu perlu adanya ikhtiar dari pondasi keimanan yang kuat. Semakin kita menjalani hidup, semakin terus berdatangan masalah apapun itu yang terjadi, tergantung dengan apa yang kita miliki juga. Semakin banyak benda atau barang yang kita miliki, semakin bertambah teliti kita menjaga barang yang kita miliki itu.

“Tidak Tampak, Tapi Kok Mematikan?”
Seperti yang terjadi pada saat ini, terutama dunia yang sedang menghadapi suatu masalah yang kemungkinan bisa mempengaruhi orang di sekelilingnya juga mamatikan orang dengan cara berinteraksi dengan orang. Tidak mengerti ya? Kalau kita membahas tentang masalah pada tulisan diatas, mungkin saja hal yang tidak tampak itu bermasalah, seperti ghoib-ghoib.

“Kok ada Virus? Virus ini ada sebenarnya ada sudah lama mungkin penyebutan –nya saja yang berbeda. Mengapa ia harus dating ? kita tak bisa sesuka hati mempertanyakan hal tersebut karena sesuatu yang dating dengan tibia-tiba sudah pasti memiliki sebab tersendiri. Seperti halnya dalam alqur’an telah dijelaskan :
Al-Qur’an Surat Al-Maidah Ayat 3. Yang artinya : “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu sembelih. Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan pula) mengundi nasib dengan azlam (anak panah), (karena) itu suatu perbuatan fasik. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridai Islam sebagai agamamu. Tetapi barangsiapa terpaksa karena lapar, bukan karena ingin berbuat dosa, maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
Seperti yang kita ketahui diatas, missal kita membuat suatu peraturan, pasti ketika peraturan sudah disepakati akan kita jalani dan terapkan. Sama halnya juga dengan di Al-Qur’an, sudah jelas peraturannya, tetapi malah dilanggar, pasti akan memiliki sanksi . Tidak mungkin peraturan dibuat untuk dilanggar, orang gila sekalipun meski tidak peduli dengan peraturan, mereka tidak melanggarnya ataupun merasa bodoh dengan aturan tersebut.

“Dahulu, Wabah itu sudah muncul, Cuma Sebutannya Saja Berbeda!”
Zaman Rasulullah dan sahabat-sahabat juga pernah ada suatu wabah. Cuma ucapannya berbeda-beda, karena zaman terus berubah dan semakin dewasa. Pengalaman Ibnu Bathutah, itu dituliskan kembali oleh Ross E. Dunn, sejarawan dari San Diego University, Tertulis bahwa ada wabah yang bernama Maut Hitam atau Black Death pada abad ke-14 yang terjadi di Timur Tengah. Jauh sebelum ini juga ada wabah paling awal yang bernama Justinian pada tahun 541-542 yang terjadi di wilayah Kekaisaran Romawi Timur pada masa Kaisar Justinian. Jangan terkejut ketika muncul wabah seluruh tatanan kehidupan, dari mulai ekonomi, politik, social, budaya, semua itu yang mengakibatkan sedikit kekacauan, tetapi tidak terlepas dari seluruh aturan bagaimana penanggulangan dilakukan, kita pasti memahami itu semua, karna semakin canggih teknologiyang berkembang untuk mengakses informasi yang akurat.

“Covid-19! Malapetaka?”
Seiringan berjalannya waktu  awal mula munculnya covid-19 ini, memang mengalami kekacauan, meski tidak terlihat tetapi mebawa dampak seluruh sector apapun itu. Dari mulai keuangan, kebutuhan, pengeluaran, aktivitas dan kehidupan sehari-hari. Tentu dalam hal ini  pemerintah tidak diam dengan masalah yang sedang terjadi, karena sebagai warga Negara yang memiliki kepedulian terhadap bangsanya, harus mematuhi peraturan dan mengikuti protocol kesehatan. Perlu diketahui, peraturan itu tidak semena-mena hanya mengobati, tetapi peraturan itu sebagai pencegahan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Sama halnya seperti lalu lintas dijalan raya, jika tidak ada rambu-rambu lalu lintas, semua pengendara motor dan mobil saling bertabrakan.

Hal tersebut adalah ilustrasi dari virus yang bernama corona, membawa malapetaka, kita yang terus berusaha mencegah malapetaka tersebut. Jika tidak ada protocol kesehatan, maka nasib bangsa Indonesia akan terancam penularan virus tersebut, bahkan kalau diatas, semua akan menjadi kematian luar biasa yang pernah ada di muka bumi. Dari hal tersebut dapat kita sadari pentingnya mengikuti aturan pemerintah dalam penanganan orang yag telah meninggal akibat virus corona, sebaiknya dimakamkan sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk itu mulai lah kesadaran diri sendiri demi mengingat pentingnya kesehatan pada saat ini, jauhilah virus yang bernama corona agar kita dapat hidup tenang dan aman serta damai kembali seperti biasanya.
Berita Menarik Lannya

Berita Terkini