-->

ads

Jumat, 12 Juni 2020

Terkuak!! Usai Rapat, Warga Bubuhkan Tanda Tangan Setujui Pemberhentian Parades Parsel

Terkuak!! Usai Rapat, Warga Bubuhkan Tanda Tangan Setujui Pemberhentian Parades Parsel
BATU BARA, LintasTotabuan.com - Persoalan Kepala Desa (Kades) Pakam Raya Selatan (Parsel) Parluhutan Situmorang yang terpilih pada Pilkades serentak lalu terus diterpa isu tidak sedap, mulai dari saat mencalonkan diri, pelantikan sampai kepemimpinannya terus dihujat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Anehnya hujatan itu menurut warga datangnya dari perangkat desa (parades) itu sendiri.

Hal tersebut terkuak pada saat rapat pembahasan Perangkat Desa (Parades) di Aula Desa Pakam Raya Selatan (Parsel) Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara, Jumat (12/6/2020)

Menurut Warga bermarga Sitorus hal itu dikarenakan parades yang lalu tidak menerima (legowo) atas kepemimpinan Parluhutan Situmorang.

" Ada apa sebenarnya, kenapa pemimpin yang bagus terus dihujat, apa karena pak Kades ini dianggap lemah, kami masyarakat kan ada, " katanya.

Sementara, Terkait Surat Peringatan (SP) yang dikeluarkan Kades kepada paradesnya, menurut JS sangat wajar dan itu hak seorang pemimpin.

" itu hak Kades mengeluarkan SP jika bawahan tidak mematuhi, apa keberatan saudara, " tanya JS kepada Ayu Pangaribuan pada saat rapat berlangsung.

Seorang tokoh agama Desa Parsel Pdt Sinaga mengharapkan Kades menertibkan Parades yang ada karena menurutnya, Parades lalu saat masyarakat datang terkesan enggan melayani.

" Kami juga kecewa dengan parades yang lama, karena kami datang, parades asik main ludo dan ini harus ditertibkan" pinta Sinaga.

Senada disampaikan Tokoh agama Kristen Pdt perbunga pasaribu S.Pd.K juga mengharapkan agar Kades supaya mengambil sikap tegas bagi parades yang tidak mendukung kebijakan.

Ia menegaskan tidak layak bagi parades beralasan ibadah tidak bisa ditegur karena ummat kristiani dapat beribadah sore jika tidak bisa beribadah pada pagi hari.

" Jangan ibadah sebagai alasan, sebagai bawahan harus patuh dan tunduk perintah atasan" tegasnya.

Dalam hal ini Kades Parsel sangat berterimakasih kepada para lintas agama baik itu warga muslim dan kristen yang telah memberikan masukan untuk kemajuan Desa.

" Sebelumnya nama saya viral di medsos namun saya tidak merespon karena saya mau menjaga ketertiban masyarakat Desa saya" ucapnya.

Parluhutan menyampaikan jangan dikarenakan pemilihan yang lalu membuat warga terpecah belah karena setelah pemilihan dan terpilihnya seorang pemimpin maka semua warga menjadi keluarga.

" Sebagai ummat keristen diajarkan untuk saling berangkulan dan bersatu dan jangan ada perpecahan lagi, mari kita saling mendukung karena tanpa dukungan masyarakat, saya tidak dapat bekerja, "ujar Kades.

Pada rapat warga yang berhadir sepakat meminta kepada Kades agar parades membuat surat pernyataan pengunduran diri agar persoalan fitnah di medsos tidak sampai ke ranah hukum.

Pada rapat tersebut, bagi parades yang tidak sejalan yang sudah habis priode, warga meminta ketegasan Kades untuk memberhentikan parades dan siap menurunkan tandatangan.

Pantauan wartawan, dirapat tersebut parades yang bermasalah terlihat bersikeras dan marah-marah dengan menunjuk-nunjuk Kades dan Babhinkamtibmas.

Diakhir acara tersebut para lintas dan tokoh agama dan masyarakat serentak membubuhkan tandatangan untuk pemberhentian 4 parades Pakam Raya Selatan. (MA)

Berita Menarik Lannya

Berita Terkini