ads

Kamis, 28 Mei 2020

Polisi labuhanbatu ajak masyarakat meningkatkan ketahanan pangan ditengah wabah covid-19 dengan ternak lalat

Polisi labuhanbatu ajak masyarakat meningkatkan ketahanan pangan ditengah wabah covid-19 dengan ternak lalat

Rantauprapat, LintasTotabuan.com - Apresiasi diberikan kapolres labuhanbatu AKBP Agus Darojat SIK, MH kepada salah seorang  personilnya Aiptu H. Solihin yang berjibaku mengajak warga masyarakat meningkatkan ketahanan pangan disaat wabah virus corona (covid-19), dengan cara beternak lalat BSF (Black Soldier Fly) kamis  (28/05/2020) Pagi. 

Bersama para PJU (pejabat utama) waka polres kompol muhd taufik, kabag Ops kompol Marluddin, kabag Sumda kompol H. Matondang, kasat binmas AKP Khairul saleh, para kasat, para perwira dan sejumlah personil, kapolres labuhanbatu AKBP Agus darojat SIK, MH turun langsung ke lokasi tempat Aiptu Solihin beternak lalat BSF dan maggot. 

Lalat BSF (Black Soldier Fly) adalah jenis lalat besar berwarna hitam yang terlihat seperti tawon.

Maggot BSF adalah bentuk dari siklus pertama (larva) Black Soldier Fly yang nantinya bermetamorfosa menjadi lalat dewasa.

Fase metamorfosa maggot BSF dimulai dari telur, larva, prepupa, pupa, dan lalat dewasa semuanya memakan waktu 40 sampai 45 hari saja, Tidak seperti lalat yang biasa kita temui, jenis lalat yang bernama latin Hermetia Illucens ini memiliki banyak keuntungan dan manfaat bagi manusia.

Selama masa hidupnya maggot BSF mengkonsumsi makanan organik ( buah yang tidak layak makan/sisa/busuk yang bisa didapatkan dari pedagang  buah) disekitar lingkungan kita secara gratis" Ucap solihin. 

Ditengah pandemi covid-19 ini. Bersama dua orang putranya aiptu solihin setiap harinya merawat budidaya lalat super ini guna menambah penghasilan keluarga. 

Diceritakan, satu ekor betina BSF dapat menghasilkan sekitar 600 telur, maka hanya dibutuhkan sekitar 20 ekor lalat super betina untuk menghasilkan 10 ribu larva / maggot BSF untuk, larva BSF juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak" Ujar solihin. 

Sejumlah 15 ribu larva Black Fly Soldier dapat menghabiskan sekitar 2 kg makanan dan limbah organik hanya dalam waktu 24 jam saja' tambah solihin. 

Setiap 3 hari sekali telur  lalat dapat dipanen, 1 gram telur lalat dihargai Ro. 10.000 ( sepuluh ribu rupiah. 
Dalam 3 hari bisa menghasilkan 100 gram hingga 200 gram.

Selain telur lalat, aiptu solihin juga memperoleh penghasilan dari hasil panen maggot (ulat) Dijual 8 ribu rupiah/ kg sedangkan pupa dijual 80 ribu/ kg. 

Penjualan telur, larva, prepupa dan pupa ia lakukan  menggunakan jejaring sosial maupun langsung di lokasi, hingga ke provinsi tetangga seperti riau. 

Itu lah mengapa budidaya lalat/maggot BSF saya lakukan, karena sangat menguntungkan, cara pemeliharaannya sangat mudah dan modal yang sangat sedikit namun hasilnya sungguh luar biasa." Terang solihin lagi. 

Aiptu solihin berharap rekan rekan sesama polri maupun masyarakat yang ingin menambah penghasilan bagi keluarga dapat melakukan hal yang sama, berternak lalat. 

Ia juga bersedia berbagi ilmu dan memberikan waktu bagi siapa saja yang ingin bertanya seputar budidaya lalat super ini. (Uban)
Berita Menarik Lannya

Berita Terkini