ads

13 Mei 2020

Patut Dicontoh Kepedulian Kapolres Labuhanbatu Beri Tali Asih Kepada Keluarga Penderita Kangker

Patut Dicontoh Kepedulian Kapolres Labuhanbatu Beri Tali Asih Kepada Keluarga Penderita Kangker
Rantauprapat, LintasTotabuan.com - Salut dan patut dicontoh atas kepedulian kapolres Labuhanbatu  AKBP Agus Darojat SIK, MH kepada keluarga almarhum Paham Ritonga, warga lingkungan tali kelurahan siringo ringo kab. Labuhanbatu, selasa (12/05/2020) malam. 

Mendengar infomasi salah seorang masyarakatnya meninggal dunia, kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat melalui kasat binmas AKP Khairul Saleh beserta personil bhabinkamtibmas kelurahan siringo ringo Aipda Beni AZ datang melayat kerumah duka, almarhum  Paham Ritonga yang meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya. 

Almarhum meninggalkan satu orang istri dan 3 orang anak, almarhum menderita sakit Kelenjar getah bening sejak 8 tahun lalu di lehernya. 

Berbagai upaya perobatan telah dilakukan dan pada perjalanannya, hari jumat tgl 08 Mei 2020 dibawa ke RSUD Rantauprapat dan dirawat selama 3 hari hingga hari Senin tgl 11 Mei 2020 dirujuk ke RSU Adam malik kota Medan lalu hari selasa 12 Mei 2020 sekira pukul 07.00 wib Paham Ritonga meninggal dunia diusia 35 tahun dan selanjutnya dibawa pulang ke rantauprapat, tiba di rumah duka sekira pukul 19.00 wib di lingkungan Kampung tali kelurahan siringo ringo kabupaten Labuhanbatu. 

Mengetahui peristiwa itu AKBP Agus Darojat melalui kasat binmas AKP Khairul saleh langsung berkunjung ke rumah duka berbelasungkawa sembari memberikan semangat kepada keluarga almarhum dan memberikan tali asih, bantuan dari kapolres kepada bu Dewi istri almarhum. 

Keluarga almarhum Paham Ritonga sangat berterima kasih kepada kapolres Labuhanbatu dan jajarannya yang datang langsung kerumah duka, menyampaikan ucapan belasungkawa serta memberikan tali asih guna meringankan beban keluarga almarhum. 

“Terima kasih banyak pak atas kunjungannya, kepada pak Kapolres dan anggotanya kami do'akan semoga kebaikan bapak mendapat balasan dari Allah SWT tuhan yang maha esa, ” ujar bu Dewi yang tak kuasa menahan tangisnya (Uban)