ads

23 April 2020

GERAMM Siap Awasi Penyaluran BLT Agar Tepat Sasaran

GERAMM Siap Awasi Penyaluran BLT Agar Tepat Sasaran
BATU BARA, LintasTotabuan.com - Dalam mengawasi agar dana bantuan langsung tunai (BLT) tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran, Gerakan Mahasiswa Medang Deras (GERAMM) mengingatkan para Kepala desa se-kecamatan Medang deras agar melaksanakan perintah Menteri desa itu sesuai acuan peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 6 Tahun 2020 atas perubahan Permendes no 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2020 dan juga Surat dari Mendes PDTT Nomor 1261/PRI.00/IV/2020 tanggal 14 April 2020.

"Tidak tebang pilih, dan wajib di salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, sesuai kriteria yang ditentukan oleh kementerian pedesaan," kata Arwan Syahputra, Ketua Gerakan Mahasiswa Medang Deras (GERAMM) rabu, (22/04/2020) sekira pukul 16.44 wib

Sebagai informasi, Kementerian desa memerintahkan agar bantuan langsung tunai bernilai Rp 600.000 (Enam ratus ribu rupiah) per bulan, dan diberikan selama 3 bulan kedepan diberikan kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan Program keluarga harapan (PKH) dan juga kartu pra kerja

"Sasarannya yaitu keluarga miskin yang kehilangan pekerjaan atau belum terdata di program keluarga harapan (PKH) dan kartu prakerja agar tidak dobel penerimaan jaring pengaman sosial," kata Menteri Desa PDTT, Abdul Halim dalam rapat kerja secara daring bersama Komisi V DPR RI, Selasa (21/4/2020) seperti di lansir dari liputan6.com

Ketua Gerakan Mahasiswa itu juga mengungkapkan agar para mahasiswa Medang deras turut membantu masyarakat soal BLT ini. 

"Saya harap kan kawan-kawan mahasiswa, awasi dari pendataan sampai penyaluran, agar masyarakat terbantu, dan yang mendapatkan memang sesuai kriteria yang di tentukan, " imbuh nya

Mahasiswa itu juga berharap agar pemerintah kecamatan Medang deras selaku SKPD terdekat dengan desa, berpartisipasi aktif dalam mengawasi penyaluran bantuan langsung tunai ini. 

"Pak camat juga kami harapkan agar turut memantau hal ini, dan mengingat kan para pemerintah Desa soal BLT ini, " tandas Arwan. (MY)