Senin, 23 Maret 2020

Pemkab Labuhanbatu Gelar Pelatihan Bilal Mayit Se- Kabupaten Tahun 2020

Pemkab Labuhanbatu Gelar Pelatihan Bilal Mayit Se- Kabupaten Tahun 2020
Rantauprapat, LintasTotabuan.com -Tingkatkan pengetahuan tatacara Fardu kifayah, Pemerintah kabupaten labuhanbatu menggelar pelatihan Bilal Mayit Se-kabupaten labuhanbatu tahun 2020 bertempat di ruang data dan karya kantor Bupati Labuhanbatu, Senin (23/3/2020).

Pelatihan itu di ikuti 200 orang dari sembilan kecamatan yang ada di labuhanbatu dan di gelar selama dua hari, dengan menghadirkan dua orang narasumber yakni Dra. Hj. Rosnani Nasution dan Al-ustazd M. Tholib, S.Pd.I
Di buka langsung oleh Bupati Labuhanbatu H.Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT di wakili Asisten 1 Administrasi pemerintahan dan kesra H. Sarimpunan Ritonga M.Pd.

Adapun materi yang di laksanakan pada pelatihan dimaksud yaitu tatacara memandikan Mayit, mengkafani Mayit, Menshalatkan dan tatacara mengkuburkan mayit.

Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT melalui Asisten 1 Administrasi pemerintahan dan kesra H. Sarimpunan M.Pd sebelum membuka acara tersebut menyebutkan,"Pelatihan ini di adakan bukan bermaksud menggurui bapak ibu semua atau memandang kurang atas kemampuan bapak ibu dalam mengurus Fardu kifayah, namun disini kita berbagi ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana cara mengurus Fardu kifayah dengan sempurna.

Sebagai orang muslim, mengurus Fardu kifayah adalah satu kewajiban, bila mana tidak kita lakukan maka berdosalah kita yang masih hidup ini, dari itu pelatihan ini di pandang penting agar kita bisa terus meneruskan ilmu ini kepada generasi muda kedepannya. ujar Sarimpunan.

Selamat mengikuti pelatihan, semoga apa yang di sampaikan narasumber dalam materinya dapat bermanfaat bagi kita semua Terkhusus umat muslim yang memiliki kewajiban atas fardhu kifayah, Atas nama bupati labuhanbatu acara pelatihan ini saya buka secara resmi. ucap Sarimpunan.

Sementara Ustadz M. Tholib, SPdi dalam materi nya menyampaikan beberapa catatan penting tentang tatacara memandikan mayit, mengkafani, menshalatkan dan menguburkan mayit.

"Pertama Tidak ada perbedaan prinsip memandikan mayit laki-laki dan perempuan, kecuali sanggul mayit perempuan dilepas dibiarkan terurai kebelakang agar muda membersihkannya kemudian rambut itu dikepang menjadi tiga kepang.

"Kedua, ketika membersihkan bagian kemaluan mayitharus berlapis kain dan di larang menyentuhnya dengan tangan langsung.

"Ketiga, orang lain yang bukan keluarga dekat boleh memandikan jenazah apabila keluarga dekat tersebut tidak ada.jelas M.Tholib.

Disamping itu M.Tholib juga menjelaskan tatacara mengkafani, menshalatkan, hingga yang terakhir mengkuburkan.

Dikatakan Tholib, Shalat jenazah boleh dilakukan di dalam mesjid jika tidak dikhawatirkan terjatuh kotoran dari mayit,namun sebaiknya dilakukan di luar mesjid, usahakan agar susunan shafnya di perbanyak menjadi beberapa shaf,lebih baik dari pada satu shaf saja walaupun shafnya panjang.

Selanjutnya mengkuburkan, sebaiknya kuburan digali dalam bentuk liang lahat, artinya posisi jenazah langsung bersentuhan dengan tanah,yang lobangnya menjorok kedalam kemudian di tutup dengan papan, sehingga ketika menimbun jenazah tidak terkena tanah timbunan.jelas Ustadz M.Tholib.

Pada hari pertama pelatihan Bilal Mayit tersebut di ikuti oleh puluhan pesrta dari tiga kecamatan yaitu kecamatan Panai hulu, kecamatan Panai tengah,dan kecamatan Panai hilir, dan dihadiri oleh Asisten 1 H.Sarimpunan M.Pd,
Kabag protokol Prandi Al-Najhar Nasution,dan Kabag Kesra Ahmad Sampurna Rambe S.Sos.I.MA.(Uban)
Don't Miss

Menarik Lainnya