ads

21 Februari 2020

Warga Bilah Hilir di Hebohkan, Pemilik Toko Elektronik SL Tewas Tergeletak Didepan Pintu Kamar Mandi

Warga Bilah Hilir di Hebohkan, Pemilik Toko Elektronik SL Tewas Tergeletak Didepan Pintu Kamar Mandi
Rantauprapat, LintasTotabuan.com - Bilah Hilir Kota Negeri Lama mendadak heboh dengan penemuan mayat Pemilik toko Elektronik Serba Lancar (SL) tergeletak di kamar mandi di Ruko milik korban jum'at (21/2/2020) sekitar pukul 09.00 wib

Informasi yang dihimpun, pemilik toko tersebut bernama Santoso alias Apek (57), warga Lingkungan Negeri Lama Kota, Kelurahan Negeri Lama, Kecamatan Bilah Hilir, Labuhanbatu.

Berawal dari kecurigaan salah seorang anggota pekerja toko Elektronik SL Susi Vera (24) yang datang saat hendak masuk kerja seperti biasa pukul 08.00 wib, Dikarenakan pintu toko masih tutup, Karena biasanya pukul 07.00 wib toko sudah buka, Lalu Ia mencoba menelepon Apek hingga beberapa kali namun tidak ada jawaban.

Lalu pekerja memanggil berulang kali dari pintu depan toko, namun tidak ada sahutan dari dalam toko. Setelah di tunggu beberapa saat akhirnya pekerja toko dan beberapa orang pekerja lainnya itu meminta bantuan kepada jiran tetangga dan orang yang ada di sekitar toko untuk mendobrak pintu belakang toko.

Setelah pintu berhasil terbuka, Kecurigaan anggota pekerjanya dan beberapa warga terjawab, Apek di temukan tewas telungkup di depan pintu kamar mandi dengan kondisi tidak mengenakan pakaian yang belakangan diketahui hanya tinggal seorang diri di dalam rumah toko (Ruko) tersebut, Melihat kejadian itu pekerja dan warga dengan cepat menghubungi Polsek Bilah Hilir.

Menurut keterangan dari warga yang sedang menyaksikan kejadian di lokasi menuturkan bahwa "Apek itu punya riwayat penyakit jantung bang, " Terang warga yang turut hadir menyaksikan evakuasi jenazah yang hendak di berangkatkan ke Rantauprapat ketempat sanak saudaranya.

Kapolsek Bilah Hilir AKP Krisnat Indratno kepada wartawan membenarkan kejadian meninggalnya pemilik toko Elektronik SL di Negeri Lama. Jum'at (21/2/2020).
"Iya, Benar. Kejadian itu, Fakta yang ditemukan berdasarkan keterangan saksi serta keluarga korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, Keluarga korban pun berharap korban tidak di lakukan proses otopsi" ucapnya. (Uban)