Jumat, 08 November 2019

Pendana Dan Perencana Pembunuhan Maraden Dan Martua Berhasil Ditangkap Tim Polda Sumut

Pendana Dan Perencana Pembunuhan Maraden Dan Martua Berhasil Ditangkap Tim Polda Sumut
banner 468x60
Rantauprapat, LintasTotabuan.com l

Kepolisian Daerah Sumatera Utara, berhasil mengungkap kasus pembunuhan Maraden Sianipar dan Martua Parasian Sianipar, diareal kebun sawit PT SAB / KSU Amelia, Dusun VI Sei Siali, Desa Wonosari, Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, Rabu (30/11/2019) sekira pukul 16.00 Wib sore.

Kali ini, eksekutor yang melakukan pembunuhan, penyandang dana dan otak pelaku/ perencana, ditangkap personil Direktorat Reskrimum Unit III Jatanras, bethasil ditangkap.

Hal ini disampaikan Direktur Reskrimum Polda Sumatera Utara, Kombes Andi Rian didampingi Kasubdit III/ Jatanras, AKBP Maringan Simanjuntak dan Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat SIK MH serta Waka Polda Sumut, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum di Medan, Jumat (8/11/2019) pagi.

Menurut Kombes Andi Rian, tiga tetsangka yang ditangkap itu, Daniel Sianturi (40), warga Kasindir, Kecamatan Jolang Hataran, Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas.

DS berperan sebagai menerima perintah menghabisi kelompok Maraden Sianipar. Mencari dan merekrut orang yang akan nenghabisi Maraden dan kawan-kawan. Mencekik leher Martua Parasian Siregar alias pak Sanjai.

Tersangka berikut yang ditangkap Harry Padmoasmolo (pemilik perkebunan PT SAB / KSU Amelia). Berperan sebagai penyandang dana dalam Kasus pembunuhan ini. Kemudian tersangka Janti Katimin Hutahaean alias Jampi Hutahean, warga Perdagangan, Asahan. Tersangka berperan sebagai otak pelaku/perencana pembunuhan.

Sebelumnya, personil Polres Labuhanbatu dan Polsek Panai Hilir, dipimpin Kasat Reskrim AKP Jama Kita SH MH, telah menangkap tersangka Sabar Hutapea dan Victor Situmorang di dua tempat terpisah.

Dalam keterangannya kepada wartawan, Direktur Reskrimum Polda Sumatera Utara, Kombes Andi Rian menyebutkan, tiga tersangka lainnya, yaitu berinisial  JS (20), R (20) dan HS (38), masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dalam penjelasannya, Andi Rian menyebutkan, pihak perkebunan PT SAB / Koperasi Amelia, sudah berkali-kali mengusir dan memperingatkan Maraden dan kawan-kawan untuk tidak masuk lahan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Karena sering cekcok dengan penggarap, Harry Padmoasmolo sebagai pemilik perkebunan PT SAB / KSU Amelia, pernah menyuruh Joshua Situmorang untuk menghabisi Ranjo Sialagan dengan upah Rp 15 juta. Namo Ranjo tidak mati.

Dan ketika kelompok Maraden cekcok dan mengancam pihak PT SAB / KSU Amelia, Harry Padmoasmolo kembali memerintahkan Janti Katimin Hutahaean alias Jampi Hutahean mengusir kelompok Maraden bila masuk kedalam areal kebun. "Kalau kelompok ini muncul, usir bila tidak mau keluar habisi", begitu pesan Janti Katimin Hutahaean alias Jampi Hutahean.

Lebih lanjut disebutkannya, Selasa (29/11/2019) sekira pukul 13.00 WIB, Maraden dan Martua datang ke areal kebun PT SAB / KSU Amelia, korban ditemui Hendrik Simorangkir, Riki Pranata, Joshua Situmorang alias Jos, dan Viktor Situmorang menggunakan dua unit Situmorang.

"Saat itu, antara kedua korban dengan pihak PT SAB / KSU Amelia sempat terjadi cekcok, dan berakhir pada pembunuhan kedua korban", ucap Direktur Reskrimum Polda Sumatera Utara, Kombes Andi Rian. 
(Uban)
Don't Miss

News Feed