Kamis, 10 Oktober 2019

  • Follow us

Peran Media Mengawal Proses Demokrasi Yang Konstitusional Demi Suksesnya Agenda Nasional Pelantikan Presiden.

banner 468x60

Oleh : Fatahillah Iman

Pada 22 Mei 2019 yang lalu Pengumuman Pemenang Hasil Pemilu 2019 telah dilewati dan KPU menetapkan Presiden dan wakil presiden terpilih yaitu Joko Widodo dan Maruf Amin yang telah mengantongi legitimasi rakyat melalui pemungutan suara pada 17 April 2019 kemarin.

Pada 20 Oktober 2019, sesuai amanat dan ketetapan KPU, Jokowi dan Maruf Amin akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden terpilih sesuai demokrasi konstitusional.

Sebagai bangsa yang demokratis, kita harus menjunjung tinggi kedaulatan rakyat yang konstitusional. Namun sayangnya sejak pengumuman pemenang Pemilu oleh KPU sampai menjelang pelantikan masih saja banyak kelompok gerakan masyarakat masih melakukan provokasi dengan berbagai cara seperti peredaran hoax maupun fitnah, serta serangkaian ujaran kebencian hingga pada akhirnya isu SARA juga turut mewarnai peristiwa jelang pelantikan yang berdampak mempengaruhi persatuan dan perdamaian bangsa.

Berita hoax nyatanya tidak hanya menjadi berita saja, jika berita tersebut di share ke publik, maka tak sedikit pula yang mempercayainya. Padahal Indonesia telah lama hidup dalam perbedaan dan keberagaman, derasnya arus berita hoax terutama di media sosial tentu amat sangat meresahkan dan dapat berakibat fatal seperti munculnya konflik yang menimbulkan korban jiwa.

Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah, senang memviralkan sesuatu yang cenderung memberitakan hal yang negatif, baik berupa foto ataupun video. Jika video atau foto itu disebarkan, maka dalang kerusuhan tersebut akan semakin senang, karena keinginan untuk membuat ketakutan di tengah masyarakat telah berhasil.

Akibatnya polarisasi rakyat terbentuk dengan tajam. Dalam kaitan tersebut penegakan hukum diuji untuk tegas bertindak. Kita semua harus memiliki sifat hormat terhadap asas demokrasi dan supremasi hukum . Di era sekarang, dimana media mempunyai peranan besar mengawal segala proses demokrasi yang konstitusional dan beradab harus tampil terdepan memberikan literasi dan pencerahan kepada masyarakat agar ruang partisipasi demokrasi masyarakat dapat dilakukan secara konstitusional damai dan bermartabat

Media seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai mata dan telinga masyarakat dalam mengambil kesimpulan berdasarkan informasi dari sumber yang kredible, yang betul-betul objektif dan bukan informasi yang manipulatif bahkan fitnah. Untuk itu, disinilah pentingnya peran media sebagai salah satu instrumen pendidikan politik kewarganegaraan untuk konsisten memberitakan dan memberikan literasi kepada masyarakat dengan menyajikan pemberitaan yang mendorong akal sehat masyarakat agar menolak dan tidak terprovokasi berbagai upaya disinformasi yang bertujuan salah satunya menghambat agenda nasioanal seperti pelantikan Presiden yang terpilih secara demokratis dan konstotusional melalui proses demokrasi yang sudah berjalan dengan baik dan dipuji oleh bangsa lain. 

Media harus memainkan peran pentingnya dalam rangka mencegah berbagai upaya provokasi yang memecah belah bangsa yang bertujuan menghambat agenda nasional serta jalannya proses demokrasi yang konstitusional dengan konsisten serta optimal memberitakan konten-konten dan narasi yang menumbuhkan optimisme dengan mengajak semua komponen bangsa untuk merajut persatuan dan mensukseskan agenda nasional yaitu dengan suksesnya jalannya pelantikan presiden demi suksesnya keberlamjutan pembamgunan nasional dan kemajuan bangsa.

Penulis adalah Relawan  Forum Pegiat Media Sosial Independen
Don't Miss

News Feed