Jumat, 16 Agustus 2019

LKPI Nilai, Diskanla Belum Efektif Dalam Meretas Persoalan Nelayan

LKPI Nilai,  Diskanla Belum Efektif Dalam Meretas Persoalan Nelayan
BATU BARA, LintasTotabuan.com  l

Persoalan di kalangan nelayan hingga kini belum juga teratasi oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batu Bara antara nelayan Pukat trawl dengan nelayan tradisional.

Hal itu disampaikan Ketua lembaga Komunikasi pembangunan Indonesia (LKPI) kabupaten Batu Bara, Irwansyah SH M.Hum kepada wartawan dikantornya, Jumat (16/08/2019)

Dia menilai, Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Batu Bara belum Efektif dalam meretas persoalan nelayan, pasalnya dalam pemberian bantuan terhadap nelayan hanya dilakukan secara seremonial dan terkesan belum menyentuh pada nelayannya langsung.

" Top down atau  Botton Off, (Dari atas kebawah atau Dari Bawah Keatas) mengatasinya" ungkap Irwansyah 

Dikatakannya, dalam pemberian bantuan terhadap nelayan, jangan ada memilah atau memilih, karena hal tersebut akan menimbulkan kecemburuan sosial dikalangan nelayan.

"Sebagaimana yang dilakukan oleh Dinas perikanan dan kelautan dalam pemberian bantuan haruslah sesuai dengan SOP nya" tegas Irwansyah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Batu Bara Ir.Rinaldi M.Si ketika dikonfirmasi oleh wartawan, Kamis (15/08/19) di Pelabuhan Syahbandar Pangkalan Dodek Desa Nanasiam Kecamatan Medang Deras Kabupaten Batu Bara mengatakan bahwasanya pemberian bantuan pengganti alat penangkap ikan kepada nelayan untuk menghilangkan alat penangkap ikan terlarang.

" Sebanyak 31 kelompok Menerima, Namun hanya 23 kelompok yang hadir dan menyerahkan alat penangkap ikan terlarang " katanya. 

Sementara, warga Medang Deras yang tidak mau disebutkan jati dirinya mengatakan, bantuan yang diberikan Dinas Perikanan dan Kelautan Batu Bara diduga tidak tepat sasaran, sebab Pemerintah Daerah seharusnya membantu pekerja para nelayan dan bukan  membantu pada pemilik kapal.

" Seharusnya yang dibantu itu ABKnya, karena yang menjadi imbas dari  pelarangan tersebut adalah anak buah kapal (ABK) bukan Pemilik kapal (Tokenya)" cetusnya, kutip dari laman LintasTotabuan.com edisi sebelumnya.
(5VF)
Don't Miss

Menarik Lainnya