Breaking News

Tujuh Pasangan Bukan Muhrim Terjaring Razia Satpol PP Batu Bara di Hotel

loading...


BATU BARA, lintasTotabuan.com  l

Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Batubara menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) pada jumat (03/05/2019) sekira pukul 00.57 dengan menyisir berbagai hotel. Hasilnya tujuh pasangan bukan muhrim berhasil dijaring.

Tak hanya itu, sejumlah sepasang kekasih digerebek petugas saat asyik di hotel Mutiara Inn, salah satu hotel ternama di kabupaten Batu Bara yang juga ditenggarai sebagai tempat mesum.

Setelah didata, mereka diminta membuat pernyataan tidak mengulangi lagi, kemudian diberi arahan sebelum diizinkan pulang.

Semuanya diketahui bukan pasangan yang sah dan satu diantaranya adalah anak dibawah umur yang juga terjaring saat sedang memadu kasihnya.

Hal inilah yang akan terus diberantas oleh pemerintah Batu Bara melalui penegak perda yang ada.

“Razia akan ditingkatkan lagi hingga bulan Ramadhan tiba, dan upaya ini terus dilakukan untuk memberi suasana aman dan nyaman, apalagi bagi umat Islam yang menjalankan ibadah di bulan suci nanti,” kata Kepala Bidang Ketertiban dan Keamanan Satpol PP Batu Bara Safril, jum’at (3/5/2019).

Razia gabungan bersama TNI dan Polri ini, akan semakin sering dilaksanakan di tempat-tempat hiburan malam, hotel dan barak sewaan menjelang dan selama Ramadan.

Penertiban ini diharapkan dapat memberikan suasana aman dan nyaman sehingga umat Islam di Batu Bara khususnya bisa khusyuk menjalankan ibadah selama bulan suci itu.

Jika ditemukan ada yang membawa narkoba atau benda terlarang lainnya, maka akan diserahkan kepada kepolisian untuk memprosesnya secara hukum.

“Untuk itulah razia ini dilakukan secara gabungan agar apa yang menjadi temuan bisa diproses sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.” Tegas Safril

Safril mengajak para orang tua untuk mengawasi secara ketat anak masing-masing agar tidak terjerumus kedalam pergaulan bebas.

Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan banyak yang terjerumus pada kenakalan remaja yang bisa merusak mental dan masa depan mereka.

“Yang memprihatinkan itu, dalam razia tersebut terjaring remaja dan anak di bawah umur yang diduga melakukan hubungan intim dua lawan satu. Peran orang tua sangat penting untuk mencegah hal-hal seperti ini. Awasi pergaulan mereka jangan sampai kebablasan, nanti kasihan masa depan mereka,” ucapnya.

Langkah ini diharapkan dapat menekan tindakan-tindakan melanggar aturan itu dan mencegah adanya tindakan main hakim sendiri dari masyarakat jika menemukan hal demikian. (ltc)

Tidak ada komentar