Jumat, 21 Desember 2018

Penderita AIDS di Boltim Meningkat, 5 Orang Meninggal Dunia

Penderita AIDS di Boltim Meningkat, 5 Orang Meninggal Dunia
banner 468x60
Sammy D. Rarung
Sammy D. Rarung

BOLTIM, LintasTotabuan.com - Virus mematikan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) pada tahun 2018 ini sudah menelan korban sebanyak 9 orang yang tersebar disejumlah wilayah desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

Dari total 9 korban tersebut, yang sudah meninggal sebanyak 5 orang, dan 4 orang lainnya masih dalam perawatan. Seperti yang dijelaskan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Sammy D. Rarung kepada MONGONDOW.CO siang tadi, Jumat (21/12).

"Sesuai data dari Provinsi, 5 orang dinyatakan meninggal dan 4 orang masih dalam perawatan karena baru masuk atau menderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)," jelas Sammy.

Lanjut Sammy, dari 4 orang yang masih bertahan sampai dengan saat ini, adalah korban lama 2 orang dan 2 lainnya adalah temuan baru.

"Tahun 2017 lalu, ada temuan sejumlah 6 orang penderita, 4 orang yang meninggal dunia dan 2 orang yang masih bertahan hingga saat ini, di tambah dengan penderita baru di 2018 ini, total korban yang masih bertahan yakni 4 orang," ujarnya.

Dirinya mengimbau, khususnya masyarakat Boltim agar mengikuti arahan yang sudah disampaikan.

"Pencegahan bisa dilakukan dengan cara tidak melakukan seks bebas, setia pada pasangan, dan jangan lupa menggunakan alat pelindung (kondom) saat berhubungan intim. Selain itu, hindari mengkonsumsi Narkotika dan Zat Adiktiv (Napsa) karena itu bisa menyebabkan datangnya penyakit HIV/AIDS," tukas Sammy.

Disisi lain, Pengelola Program HIV Merry Sumendap mengatakan, HIV adalah virus yang menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi.

"Terkait kasus tersebut, Kami sudah sering sosialisasikan, dan juga ada program tiap bulan sekali digelar dilapangan. Namun, sayangnya dari masyarakat sendiri enggan untuk memeriksakan dirinya ke pihak Dinas Kesehatan (Dinkes). Kami juga terus mencari cara agar masyarakat tidak malu untuk diperiksa demi kesehatan masyarakat itu sendiri," kunci Merry. 

(Chindi)
Don't Miss

Berita Terkini