Breaking News

1000 Wanita Mengharapkannya, Tapi 1 Wanita Menyesalinya

loading...
Ilustrasi

Opini, LintasTotabuan.com - Setiap kehidupan berumah tangga pasti menginginkan kehadiran seorang anak, banyak wanita di luar sana yang menginginkan kehadiran seorang anak di tengah keluarganya tapi apalah daya jika sang pencipta belum memberi kepercayaan terhadap mereka, dengan maraknya kasus penelantaran bayi di Jatim membuat hati ribuan wanita yang menginginkan hadirnya seorang buah hati merasa hatinya tersayat. 

Tapi dengan mudahnya seorang wanita yang di beri kepercayaan dan karunia dari sang pencipta tega menelantarkan darah dagingnya sendiri, hal  ini antara lain disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor ekonomi, sosial, serta penyakit mental. Masih banyaknya bayi ditelantarkan orang tuanya yang tidak bertanggung jawab, membuat sebagian masyarakat yang peduli terhadap bayi-bayi sungguh sangat memprihatinkan.
Di bulan Januari sampai bulan Juli 2018 saat ini, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita di Sdoarjo sudah menerima setidaknya 16 bayi terlantar dari berbagai daerah yang ada di Jawa Timur seperti Malang, Pasuruan, Sidoarjo, Surabaya dan sekitarnya. 

Dengan berbagai latar belakang masalah yang berbeda yakni di tinggalkan di area pemakaman, di Rumah Sakit, di halaman rumah warga, di rumah kosong, bahkan mereka tak segan meninggalkan anaknya didalam kardus bersama beberapa ekor anak kucing.

Seperti kasus beberapa waktu yang lalu, seorang bayi yang ditinggalkan orang tuanya di rumah kosong  Kabupaten Probolinggo. Bayi yang ditinggalkan ditemukan oleh warga sekitar yang mendengar suara tangis bayi tersebut, sehingga warga segera menghubungi perangkat desa setempat dan melaporkan kejadian itu kepada pihak yang berwajib, serta membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan. 

Dengan didirikannya UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo, ini menunjukan bentuk dari kepedulian pemerintah terhadap bayi-bayi yang kurang beruntung agar mereka juga bisa merasakan masa depan yang lebih baik dari sebelumnya. Dan pemerintah juga  memberikan kesempatan kepada pasangan suami istri untuk dapat merawat, melindungi, dan memberikan kasih sayang kepada mereka.

Banyak pasangan suami istri yang ingin mengadopsi bayi-bayi yang kurang beruntung tersebut, bahkan mereka rela bersabar dan menunggu bertahun-tahun untuk mendapatkan hak asuh dari bayI-bayi tersebut. Hingga kini, UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita Sidoarjo telah menyerahkan sebanyak 271 anak asuh kepada orang tua asuh yang bertanggung jawab dan telah memenuhi syarat yang telah ditetapkan pemerintah.

Penulis : Anggi Dika Ulandari 

(Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadyah Sidoarjo)

Tidak ada komentar