Minggu, 10 Juni 2018

GSUI Batu Bara Iftor Bersama di RM 100

GSUI Batu Bara Iftor Bersama di RM 100
banner 468x60

Batu Bara, LintasTotabuan.com - Memasuki hari ke 25 puasa ramadhan, jamaah gerakan syiar ukhuwah islamiah (GSUI) Kabupaten Batu Bara menggelar buka puasa bersama (Iftor) di rumah makan 100 jln lintas Sumatera Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batu Bara Minggu 10/06/2018.

Sembari menunggu berbuka puasa, sekretaris umum GSUI Ustadz Al Asari SAg, MSi menyampaikan taujih tentang tiga golongan umat manusia dalam menyikapi Al quran. “Alquran diwahyukan sebagai ‘hudallinnas’, petunjuk bagi manusia. Dengan diberikannya tuntunan yang ada di dalamnya, Alquran merupakan pedoman bagi kehidupan manusia. Alquran khusus diturunkan untuk manusia, yakni sebagai petunjuk  yang memberikan kebaikan kepada manusia,” ujar Al Asari 


Sayangnya, kata Al Asari, sikap umat Islam terhadap Alquran terbagi menjadi tiga bagian. Dia lalu menyitir Alquran Surah Fathir (35) ayat 32, yang artinya, “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka orang-orang yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan apa pula yang terlebih dahulu  berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”

Kelompok pertama, ujar ketua Alwasliyah Medang Deras itu, orang yang zalim terhadap diri sendiri. Di satu sisi dia yakin Alquran wahyu Allah, percaya Alquran sebagai petunjuk Allah, namun di sisi lain masih ada sikap dan perbuatannya yang tidak sesuai dengan tuntunan Alquran.


Contohnya, kata Al Asari, Alquran mengharamkan daging babi. Contoh lain, Al quran mengharamkan kita memilih pemimpin kafir. namun dia enggan melaksanakan nya. “Sebaliknya yang dilarang malah dikerjakan, misalnya meminum minuman keras,” papar Asari

Kelompok kedua, ujar Dai muda tersebut adalah yang setengah-setengah. Dia yakin kebenaran Alquran, tapi hanya yang sesuai dengan kepentingan dia. Sebaliknya kalau tidak sesuai dengan selera dia, maka dia tidak percaya atau tidak mau melaksanakannya. “Jadi, tuntunan Alquran yang dilaksanakan hanya setengah-setengah. Dengan kata lain, kelompok ini tidak melaksanakan Alquran secara menyeluruh (kaffah),” tuturnya.


Kelompok ketiga, kata ustadz Asari, umat Islam yang melaksanakan semua tuntunan Alquran secara menyeluruh, tidak dipilih-pilih, semata-mata hanya mencari ridha Allah. “Kelompok ketiga inilah yang bukan sekedar tau alquran tapi alquran sebagai pemutus setiap perkara perkara dalam kehidupannya". pungkas nya

Amatan wartawan media online lintastotabuan.com, Iftor tersebut dihadiri puluhan jamaah GSUI, acara tersebut penuh dengan keceriaan dan keakraban, setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah, diakhiri dengan saling bersalaman. (Hotma)

Don't Miss

News Feed