Sabtu, 20 Januari 2018

Luhut Himbau Pengusaha Jangan Buang Limbah Ke Sungai Citarum

Luhut Himbau Pengusaha Jangan Buang Limbah Ke Sungai Citarum
banner 468x60

Peristiwa, LintasTotabuan.comLuhut Binsar Panjaitan meminta kepada pengusaha-pengusaha untuk tidak lagi membuang limbahnya langsung ke Sungai Citarum. Hal dikatakannya pada Selasa (16/1) berapa waktu lalu di Gedung Sate, Bandung usai Rapat Koordinasi menangani Sungai Citarum yang juga dihadiri Ketua Presidium IPMMI, Hans Suta Widhya SH. 

Menurut Luhut lebih lanjut, karena kerusakan lingkungan Sungai Citarum bisa mencederai hampir 27,5 juta orang yang memanfaatkan sungai tersebut, yang juga menjadi sumber air minum Jabar dan Jakarta sebesar 80%, selain juga mengairi hampir 420 ribu hektar sawah. 

Menurut Luhut, yang berbahaya apabila airnya sudah kena logam berat dan bakteri maka sayur-mayur, ternak dan ikan yang ada di sungai itu pasti akan terkontaminasi, dan orang yang memakan itu juga akan terkena dampak pencemaran  terutama ibu-ibu yang sedang hamil.

"Mulai sekarang pemerintah akan tegas menerapkan peraturan terkait pencemaran Sungai Citarum. Jadi, industri harus patuh, mulai detik tidak ada alasan untuk tidak mengolah limbah melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)," tegas Luhut.

Dalam sosialisasi kemarin di Bandung, Luhut juga meminta kepada para pemimpin daerah di Jawa Barat untuk jangan lagi mau disogok-sogok. Bersama Luhut juga hadir Menko Polhukam Pak Wiranto yang akan menyelesaikan masalah hukum tanpa pandang bulu.

Sekarang semua unsur pemerintah bekerja secara terpadu dan terintegrasi. 

Struktur pengorganisasiannya sudah disusun dan kedudukan Dansatgas kami serahkan kepada Pemda Jabar yaitu Bapak Gubernur dan Wagub. Kemudian Badan Satgas dari Kodam Siliwangi yakni Pangdam dan Badan Satgas kedua dari Kapolda Jabar. 

Apa rencana eksekusi? Dari panjang sungai yang 297 km ini akan kita bagi dalam 22 sektor, dikoordinasikan oleh Kolonel atau Pamen TNI di masing-masing sektor. Luhut himbau kepada Pemda untuk terlibat
membantu mereka. 

Selain itu Pemerintah  juga melibatkan para pakar lingkungan, ahli hukum, budayawan, mahasiswa dan para penggiat lingkungan.

Misalnya Yayasan Greeneration Indonesia yang diundang dalam rapat kemarin. Pemerintah  sangat menghargai kritik dan data dari generasi milenial seperti merekam dalam video yang viral tentang kerusakan ekosistem Sungai Citarum. 

Supaya masalah ini selesai, semua harus kompak, tidak ada lagi yang disebut orang-orang kuat dan perusahaan bandel.

Luhut juga berharap semua bekerja dengan hati dan sungguh-sungguh. Karena masalah Citarum adalah masalah kita semua. (*/Red)
Don't Miss

Berita Terkini