Selasa, 26 Desember 2017

Rusia Sebut AS Kembali ke Mental Perang Dingin

Rusia Sebut AS Kembali ke Mental Perang Dingin
banner 468x60
Nikolai Patrushev, Sekretaris Dewan Keamanan Rusia

LintasTotabuan.com - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev percaya bahwa Washington mulai kembali ke mental Perang Dingin. 

Menurutnya, Washington menyembunyikan posisi ekspansionis era Perang Dingin di balik gagasan negara-negara agresor.




"Ada kepentingan ekonomi yang nyata dan posisi ekspansionis era Perang Dingin yang sama yang tidak berubah selama beberapa dekade di belakang gambar 'negara agresor' yang diberlakukan oleh Washington," ucap Patrushev, seperti dilansir Tass pada Selasa (26/12).

"Strategi Keamanan Nasional Amerika yang baru menyebut Iran dan Korea Utara (Korut) sebagai rezim nakal, dan Rusia serta China sebagai negara-negara otoritarian revisionis yang menantang AS, dan berusaha untuk melemahkan keamanan mereka," sambungnya.




Patrushev kemudian mengatakan, upaya memajukan pengaruh Amerika di dunia, dan melestarikan perdamaian melalui kekuatan adalah prioritas dalam Strategi Keamanan Nasional AS yang baru.

Dia lalu mengingatkan bahwa anggaran militer AS untuk tahun 2018 mencapai USD 700 miliar, termasuk alokasi USD 4,6 miliar untuk pencegahan apa yang disebut AS sebagai agresi Rusia di Eropa. 




"Dari jumlah ini, USD 100 juta ditujukan untuk membantu memperkuat pertahanan negara-negara Baltik, dan USD 350 juta diberikan untuk bantuan militer ke Ukraina," Patrushev mencatat.

"Sejarah abad ke-20 mengandung banyak contoh konsekuensi bencana yang diakibatkan pengaruh dari luar negeri. AS terus melanggar kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya dengan negara lain. Hari ini, langkah-langkah pemerintah AS di arena internasional membuat kita lebih tercengan dari sebelumnya," tukasnya.
Don't Miss

Berita Terkini