Rabu, 27 Desember 2017

Kades Sungai Malaya Harapkan Penambahan Dana ADD Dan DD

Kades Sungai Malaya Harapkan Penambahan Dana ADD Dan DD
banner 468x60

Kubu Raya - Salah satu Masyarakat Desa Sungai Malaya Kabupaten Kubu Raya Tio Safi'i Membernarkan tentang kondisi Jalan Parit Arang dan Parit Suka Maju yang ada diwilayahnya sangat memprihatinkan, dikarenakan banyaknya jalan – jalan rusak yang menjadi akses utama masyarakat setempat dalam melakukan kegiatan sehari - hari. 

“Memang benar kita mengalami kekurangan dana khususnya di invrastuktur jalan poros karena memang rata - rata jalan yang ada dilingkungan desa kita untuk dana yang diberikan itu memang tidak mencukupi apa lagi lokasi desa kami ini luas tanah nya juga tidak bersahabat sekali hujan langsung becek apalagi jalan - jalan yang menuju ke lahan pertanian masyarakat,” ucap dia saat diwawancarai pada Rabu (27/12).

Dirinya menilai, kehidupan masyarakat Jalan Parit Arang dan Parit Suka Maju kebanyakan mengandalkan perkebunan mereka, sehingga bila akses jalan tersebut masih rusak, tentu akan mengakibatkan terhambatnya aktivitas masyarakat setempat dalam mencari nafkah sampai dengan melakukan aktivitas sehari – hari.

“Iya benar, kondisi di Jalan Parit Arang dan Parit Suka Maju diwilayah kita ini kondisinya sangat memerihatinkan, bahkan sangat menyulitkan masyarakat setempat yang pada umumnya bermata pencarian sebagai petani dikebun mereka, cukup sulit mencapai lokasi menggunakan kendaraan bermotor, karena rusaknya akses jalan tersebut,” ujar dia.

Dirinya memaparkan kondisi rusaknya Jalan Parit Suka Maju yang terletak di Desa Sungai Malaya Kabupaten Kubu Raya sepangang Dua Kilometer (Kurang Lebih).

“Pihak Desa sudah cukup banyak membantu masyarakat, khususnya di bidang Infrastruktur karena sudah terlihat pembangunan diwilayah Desa Sungai Malaya, dan masyarakat juga dilibatkan dalam setiap pembangunan. Hanya saja Minimnya Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di Desa Sungai Malaya, membuat pembangunan Infrastruktur didesa ini mengalami kesulitan,” papar dia.


Ditambahkan Kepala Desa Sungai Malaya, Mat Affandi mengeluhkan minimnya ADD dan DD didesanya, sehingga pemerataan pembangunan jalan khususnya dibidang Infrastruktur wilayah tersebut menjadi cukup sulit.

“Untuk sementara ini kami dengan pemerintah pusat memang memprioritaskan infrastruktur khususnya untuk jalan poros karena untuk membangun infrastruktur jalan tentu saja memerlukan dana dan modal yang cukup besar. Dari pihak kami kepada pemerintah Kabupaten Kubu Raya memang sudah ada tuntutan dana dari ADD dan dari pemerintahan pusat berupa DD. Namun belum juga kita bicara dengan hal ibadah, kesehatan, dan masalah ekonomi ini belum kita arahkan ke sana karena kita tau bahwa kita juga kekurangan dana karena kita tau desa ini masih baru mekar desa kita masih berumur kurang lebih empat tahun tetapi semua serba kesulitan namun ini semua tidak mengurangi rasa hormat saya kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Pemerintah Pusat tidak sia - sia angaran yang ditujukan sekalipun angaran itu tidak maksimal,”Jelas dia.

Dirinya berharap, kepada Pemerintah Kabupaten Kubu Raya dan Pemerintah Pusat agar lebih aktif untuk melihat ke lapangan tentang kondisi jalan di Desa kami yaitu Desa Sungai Malaya yang sangat memperihatinkan.

“Memang ada desa - desa yang sudah mandiri tetapi kalau di Kalbar khususnya Kabupaten Kubu Raya belum ada saya temui desa itu sudah mandiri dan semua kendala ini memang dari keuangan karena PAD di desa itu tidak mencukupi bahkan banyak yang tidak ada sehinga yang jadi tumpuan harapan itu adalah dana dari Kabupaten dan Pusat,” harap dia.

Dirinya menjelaskan, melalui rapat desa, pihaknya sudah membentuk suatu program - program pengalokasian ADD dan DD, terutama dari dana yang bersumber dari pusat, yaitu Dana Desa.

“Minimal kita ada semacam rapat desa disitu lah pengalokasian kita bahas dan nanti kita akan libatkan Badan Pengawas Desa (BPD) yang ada di desa tentang penglokasian ini, karena bagaimanapun kita harus mendapat persetujuan BPD dan kami juga mengadakan rapat perdusunan untuk menyerap aspirasi dari warga setempat tentang hal - hal yang menjadi target prioritas yang menjadi pembangunan dan itu yang nantinya akan kita kumpulkan untuk menjadi acuan rapat dengan BPD untuk menjadikan pengesahan. Bicara soal inprastuktur kami fokus untuk di jalan porosnya karena di desa kami kurang lebih ada tujuh kilo meter jalan poros yang meliputi Desa Sungai malaya ini, dan kami tetap fokus disitu serta tetap berusaha melalui dana Kabupaten dan kedepanya mungkin disumbang dari  ADD ataupun  DD yang bersumber dari pusat. Namun bagaiamanapun kami tetap fokus dan selalu buka komunikasi dengan dewan - dewan yang ada di Kabupaten Kubu Raya untuk membantu dan meloloskan pengajuan yang kami ajukan ini untuk pembangunan jalan poros yang ada di Desa Sungai Melaya ini karena ini target utama kami,” tegas dia.

Dirinya menerangkan, program imbal swadaya sudah dilaksanakan pihaknya sebanyak 17 RT dengan persentase 90% sudah terlaksanakan secara Maksimal.

“Hanya saja masih ada satu RT yang masih terkendala pelaksanaan Program Imbal Swadayanya, dikarenakan adanya kegiatan pembangunan di Kota Pontianak, tepatnya di Jalan 28 Oktober Kecamatan Pontianak Utara, sehinga proses memasukan bahan ke lokasi menjadi tidak bisa dan terhambat jadi bukan karena kondisi di lapangan,” tutup dia.

(Tim Reporter)
Don't Miss

Berita Terkini