Sabtu, 30 September 2017

  • Follow us

Berikut Ini Cara Membuat Pikiran Anak Cerdas Menurut Islam

Berikut Ini Cara Membuat Pikiran Anak Cerdas Menurut Islam


Pendidikan, LintasTotabuan.com - Mempunyai pikiran yang cerdas merupakan harapan dari semua orang. Tentunya semua manusia itu telah dikarunia kecerdasan. Namun seberapa sering kita untuk selalu melatih kecerdasan tersebut.

Perlu kita ketahui bahwa semakin kita sering untuk melatih otak, maka kecerdasan akan terus meningkat dan jika kita jarang sekali melatih otak kita tentunya otak akan menjadi tumpul. Jadi pada hakikatnya tidak ada manusia yang bodoh, namun manusialah yang tidak pernah untuk menggunakan kecerdasannya.

Kecerdasan itu dibagi menjadi dua bagian yaitu kecerdasan kognitif dan kecerdasan non kognitif. Kebanyakan manusia mempunyai salah satu dari kedua bagian tersebut yang ditonjolkan. Namun jika seseorang tidak mempunyai satu pun dari kedua bagian tersebut, tentunya harus terus belajar.

Bukan dikarenakan bodoh, namun sepanjang hidupnya jarang sekali untuk selalu menggunakan otaknya dan hal ini perlu sekali untuk merefleksikan dirinya. Kita sebagai orang tua tentunya menginginkan anak kita menjadi cerdas. Kita harus mengetahui cara membuat anak cerdas menurut Islam supaya anak kita bisa cerdas dan mempunyai akhlak yang baik.

Berikut ini adalah cara membuat anak cerdas menurut Islam dari ulama-ulama besar.

Pasang Iklan - Hubungi: [email protected]

1. Imam Malik

Imam Malik yaitu Ulama Besar yang terlahir dikota Madinah pada tahun 711 M. Imam Malik selalu menyisihkan waktu untuk tidur digunakan untuk belajar dan juga untuk mencari ilmu pengetahuan. Bahkan dikisahkan bahwa Imam Malik selalu belajar sebelum fajar dan sebelum waktu sahur.

Jadi diharapkan kita itu tidak boleh terlalu banyak tidur jika kita menginginkan anak kita mempunyai pikiran yang cerdas. Kita bisa tidur sejenak dan juga secukupunya. Kemudian waktu yang kosong tersebut kita pergunakan untuk belajar terutama pada waktu sebelum fajar seperti apa yang telah dicontohkan oleh Imam Malik.

2. Imam Syfai’i

Imam Syafi’i lahir pada tahun 150 H di Palestina. Imam Syafi’i termasuk ulama besar. Metode yang diterapkan oleh Imam Syafi’i supaya cerdas yaitu dengan cara membagi waktu di sepertiga.

Jadi dari jumlah jam satu hari yaitu 24 jam, Imam Syafi’i selalu membagi sepertiga yang pertama dicurahkannya untuk menulis ilmu, disepertiga kedua waktunya digunakan untuk tahajud dan disepertiga yang ketiga dilakukannya untuk istirahat atau pun tidur. Sehingga Imam Syafi’i hanya mempunyai waktu normal tidur yaitu 8 jam dalam satu haru dan selebihnya yaitu dipergunakan untuk beribadah dan belajar.

Kedua metode Ulama Besar tersebut merupakan contoh sebagian kecil yang bisa kita terapkan terhadap anak kita. Jadi intinya kita harus bisa membagi waktu untuk belajar, beribadah dan istirahat kepada anak kita supaya anak kita tumbuh dengan kecerdasan dan mempunyai kepribadian yang baik. (*)
Don't Miss

Menarik Lainnya