Selasa, 22 Agustus 2017

Polres Tomohon Gerebek Pelaku Sabung Ayam

Polres Tomohon Gerebek Pelaku Sabung Ayam
banner 468x60
Penggrebekan Pelaku Sabung Ayam
Penggrebekan Pelaku Sabung Ayam
Tomohon, LintasTotabuan.com Kendati sudah menjadi target polisi, kegiatan judi sabung ayam ternyata masih juga berlangsung. Buktinya, Polres Kota Tomohon berhasil menggerebek sabung ayam di Kelurahan Woloan I Utara, Kecamatan Tomohon Tengah, Kota Tomohon, Minggu (20/08/2017).
Dipimpin Ipda Edy Moningka, Tim Shabara Polres Tomohon mengamankan sembilan pelaku beserta barang bukti berupa uang tunai Rp. 4.150.000, 6 ekor ayam dan felt, arena adu ayam jago, sekitar jam 4 sore, atau pukul; 16.00 Wita itu.
Kegiatan judi sabung ayam jago itu, dikabarkan telah berlangsung lama di area perkebunan Kelurahan Woloan I. Para pemain tak lain adalah para pria, yang sebagian besar adalah kepala rumah tangga.
“Berawal dari informasi warga, kami lalu mendatangi lokasi perjudian dan berhasil mengamankan para pelaku beserta barang bukti,” ujar Ipda Moningka kepada wartawan, Senin (21/08/2017) siang tadi.
Sementara itu Kapolres Tomohon, AKBP I Ketut Agus Kusmayadi melalui Kabag Operasi, Kompol Thonny Salawati, mengapresiasi peranserta masyarakat yang telah memberikan informasi kepada pihak kepolisian.
“Kami salut kepada masyarakat yang sangat peduli dengan adanya gangguan kamtibmas di lingkungannya lalu melapor ke pihak kepolisian. Ini menunjukkan masyarakat telah berperan menciptakan stabilitas kamtibmas,” pungkas pria yang dikenal ‘gila sepak bola’ ini.
Sementara, sumber masyarakat menyebutkan bahwa kegiatan judi sabung ayam tak hanya berlangsung di lokasi itu. Beberapa tempat lainnya menjadi lokasi sabung ayam yang disertai taruhan uang.
“Banyak yang dilakukan di wilayah pemukinan. Alasan merekan hanya sebagai ujicoba, padahal sudah disertai taruhan,” ujar sumber yang enggan disebutkan namanya ini.
Prakti judi sabung ayam ini, lanjut dia, tidak seperti yang ditangkap polisi karena hanya terbatas melibatkan orang tertentu dan ayam yang disabung hanya satu dua pasangan. “Jadi tidak kentara. Karena, yang bertaruh hanya dua sampai tiga kelompok dan orang yang hadir cuma sedikit,” jelasnya. (*/Nov)
Don't Miss

News Feed