Rabu, 05 Juli 2017

Kebijakan Menteri Susi, Tidak Berdampak Bagi Nelayan Minut

Kebijakan Menteri Susi, Tidak Berdampak Bagi Nelayan Minut
banner 468x60
Kadis Perikanan Minut, Sadrak Tairas
MINUT, LINTASTOTABUAN.COMSejak diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober 2014, Susi Pudjiastuti telah membuat sejumlah kebijakan terkait illegal fishing atau pencurian ikan oleh kapal-kapal asing.
Atas kebijakan tersebut, Indonesia tercatat telah meledakkan dan menenggelamkan ratusan kapal pencuri ikan berukuran besar. Kapal-kapal pencuri ikan itu berasal dari berbebagai negara antara lain Vietnam, Filipina, Tiongkok, Malaysia, Thailand dan Papua New Guinea.
Namun sayangnya, kebijakan dari Menteri Perikanan ini tidak terlalu berdampak besar bagi nelayan yang ada di pesisir pantai Minahasa Utara (Minut). Sebab, sebagian besar nelayan di daerah itu hanya menggunakan kapal kecil yang mencari ikan tidak jauh dari tepi pantai.
“Beda dengan Bitung yang memiliki perusahaan ikan besar, sehingga sangat berpengaruh dengan kebijakan Menteri Perikanan. Tapi untuk Minut yang tidak memiliki perusahaan ikan dan nelayan yang ada pun tidak terlalu jauh ke laut dalam mencari ikan sehingga tidak berdampak pada kebijakan Menteri Susi,” tutur Kepala Dinas Perikanan Minut Sadrak Tairas kepada sejumlah wartawan, Rabu (5/7/2017).
Meskipun demikian, Tairas sangat mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Perikanan yang melarang illegal fishing dan penggunaan alat tangkap ikan yang menyalahi aturan.
“Dengan demikian, populasi ikan tidak akan cepat habis. Sebab jika penangkapan ikan dengan menggunakan Cantrang akan sangat besar resikonya karena sampai bibit-bibit ikan akan ikut terangkat dan itu bisa mengurangi populasi ikan,” tandas Sadrak. (Ekha/Sahril)
Don't Miss

News Feed