Breaking News

Kasus Korupsi Embung Bakal Menyeret Pejabat Eselon II

loading...
Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK MH

Tondano, LintasTotabuan.comKasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus Khusus (DAK) Dinas Pertanian Kabupaten Minahasa tahun 2015 memasuki babak baru. Setelah lama menyandang status penyelidikan, kini penyidik kepolisian telah menaikan statusnya menjadi penyidikan.
Diketahui, DAK Dinas Pertanian tahun 2015 dimanfaatkan untuk membangun tiga unit embung atau danau buatan. Namun kuat dugaan, dalam pembangunan embung tersebut, terjadi praktek korupsi.
Saat ditanyai wartawan, Kapolres Minahasa AKBP Syamsubair SIK MH mengatakan bahwa pihaknya telah menetapkan tiga tersangka dengan inisial RM yang adalah pejabat pembuat komitmen (PPK), JT sebagai pejabat pelaksana tekhnis kegiatan (PPTK) dan TM sebagai pihak ketiga.
“Statusnya sudah dinaikan ke penyidikan. Sudah ada tiga tersangka yang kami tetapkan. Dalam waktu dekat kita akan kirim surat panggilan kepada mereka. masing-masing dengan inisial RM, JT, dan TM,” ujar Syamsubair Rabu (12/7) malam.
Ditanya apakan RM merujuk kepada Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Minahasa Revly Mambu yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian, Syamsubair enggan mengiyakanya. “Kami sangat menjujung tinggi asas praduga tak bersalah,” katanya.
Lanjutnya, setalah pemanggilan, akan dilakukan pemeriksaan lebih intensif terkait kasus tersebut. Dari tiga pekerjaan embung di Minahasa yang memanfaatkan DAK Dinas Pertanian tahun 2015, saat ini kita masih fokus dengan embung yang ada di Wasian, Kecamatan Kakas.
“Karena baru itu yang didapati bukti kerugian negara yang diperoleh dari hasil audit investigasi Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulut dan juga dari hasil penelitian ahli bangunan yang memeriksa spesifikasi embung tersebut,” jelasnya.
Syamsubair juga mengatakan bahwa dari hasil audit yang diperoleh pihaknya, kerugian negara yang diderita akibat dugaan korupsi pembangunan embung di Wasian, mencapai Rp 197 juta.

Tidak ada komentar