Breaking News

Dekat Pohon Enau, Jasad Petani Ditemukan Nyaris Membusuk

loading...
Petani Saguer ditemukan yang ditemukan tewas di dekat Pohon Enau di Pekebunan Sikepen, Desa Tumaluntung saat hendak dievakuasi Basarnas pada Minggu (02/07/2017), dini pagi tadi.

MINUT,
LINTASTOTABUAN.COM
- Naas menimpa Dorus Rumambi, warga Desa Tumaluntung Jaga XI, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara (Minut).  Pria yang dikenal sebagai petani produsen Saguer ini ditemukan tak bernyawa dan nyaris membusuk di dekat pohon enau di kebunnya, Minggu (02/07/2017).
Diduga kuat, petani Saguer, bahan baku gula Aren dan minuman tradisional Cap Tikus ini, telah meninggal beberapa hari sebelumnya. Tubuhnya yang kaku telah menebar bau menyengat ketika ditemukan oleh tim Basarnas dan warga setempat di area perkebunan Sikepen, wilayah kepolisian Desa Tumaluntung sekitar pukul.02.30 Wita, dini pagi tadi.
Korban Dorus dikenal sering tinggal bermalam di Sabua (Gubug)nya yang berada di bagian tengah kebunnya. Saksi, OT Rawung mengatakan, pada Rabu (28/06/2017) sekitar pukul 17.30 Wita, dia tidak tidak mendapati korban di Sabua.
Sementara saksi lainnya, Ronald mengungkapkan bahwa sempat mendengar teriakan suara korban pada Kamis, besoknya namun tak menaruh curiga. Ketika hendak ditemui pada Jumat (30/06/2017), korban tidak juga berada di Sabuanya.
Kabar ini spontan saja menimbulkan kekhawatiran dan kecurigaan pihak keluarga. Makanya, pada Sabtu (01/07/2017) pagi, keluarga bersama Basarnas dan warga sekitar berusaha melakukan pencarian, namun hingga siang hari belum membuahkan hasil.
Pencarian terus dilanjutkan pada malam hari dan akhirnya tim pencari menemukan korban Dorus dalam kondisi tak bernyawa sekitar 5 meter dari pohon Enau yang telah menebar bau kurang sedap.
Mengamati keberadaan korban ketika ditemukan, warga menduga Dorus terjatuh saat memanjat pohon Enau untuk menyadap Saguer. Saat ditemukan tergeletak tak bernyawa, parang yang dikenal biasa digunakannya masih menggantung di pinggang korban.
Jenazah korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Hermana Lembean untuk diperiksa. Namun, keluarga korban tak mengijinkan untuk dilakukan otopsi.
Kapolres Minut, AKBP Alfaris Pattiwael melalui Kasubbag Humas, AKP Alex Watugigir membenarkan adanya kejadian tersebut. “Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap tubuh korban. Penyebab pasti kematian korban masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian,” ujarnya kepada wartawan, siang tadi. (Sahril)

Tidak ada komentar