-->

ads

Sabtu, 01 Juli 2017

  • Follow us

Blues Hentak Kota Manado, Sore Ini

Blues Hentak Kota Manado, Sore Ini
Sore Ini, Blues Hentak Kota Manado
Ilustrasi Musik Blues: Foto: Rudy Prantjis
SULUT, LINTASTOTABUAN.COMGelombang musik genre bergulir begitu derasnya. Pada era sekarang ini, sebut saja genre musik yang populer seperti, punk rock, ska, grunge, new wave, new age, dan terakhir ada house musik.
Kendati begitu, akar dari semua musik populer itu adalah blues, jazz, rock, country, dan reggae, masih diminati penikmat musik dunia. Di antaranya, musik blues.
Blues adalah perpaduan musik instrumental dan vocal yang berangkat dari musik-musik etnik spiritual dan pujian. “Blue note” dan penerapan pola “call-and-response” adalah dua kalimat diucapkan/dinyanyikan oleh dua orang secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai “jawaban” bagi kalimat pertama.
Dalam musik dan lirik lagu-lagu blues adalah bukti asal usulnya yang berawal di Afrika Barat. Kemudian dibawa ke Amerika Serikat dan berkembang di sana.
Di era kini banyak pencinta musik blues  (Blues Lovers) lahir. Mereka menyimak, belajar, menulis, memainkan, dan bikin album.
Musik blues mempunyai pengaruh yang besar terhadap musik populer di benua Amerika, Eropa bahkan di Asia. Seperti dapat terlihat dalam aliran ragtime, jazz, “blues rock”, “electric blues”, bluegrass, rhythm and blues, rock and roll, hip-hop, dan country, “reggae”, serta musik rock konvensional.
Contoh yang menggunakan genre blues Ray Charles, BB King, Jimi Hendrix, Eric Clapton, Gery Moore. Dan, di Indonesia ada Gideon Tengker, Rama Satria, Ginda Bestari, Adrian Adioetomo serta Time Bomb Blues. Bagaimana blues di Manado?
Adalah komunitas Batamang Blues Manado (BBM) akan menghangatkan kembali musik blues di Manado. “Karena beberapa tahun belakangan ini musik blues terasa dingin di Manado. Makanya kami hangatkan kembali,” ungkap Dino Rondo, pembina BBM kepada Fajarmanado.com di Manado, semalam.
Berjuluk “berBLUESdaya” akan digelar Sabtu 1 Juli 2017 di Black Cup Cafe, Jalan Ahmad Yani Sario Manado.
Kehebatan puluhan musisi blues Sulut, semisal Black Jack, Chicken Fighter, Evening Coffee, Manguni Blues, Blues Child Outhority dan Olan & Friend, akan menghentak mulai sore jam 17.00 sampai 23.00 Wita.
Tak hanya itu, raungan gitar, dentaman bass, te-lo-let keyboard, hentakan drum dan tarikan urat leher vokal dari para musisi akan digiring menunjukan kelebihannya di pentas ‘Jam Session’.
“Kami menginginkan blues menjadi bagian musik yang sejajar dengan tren musik R&B yang lagi marak di Manado,” tutur Dino yang menyebut Denny Sondakh juga adalah bagian dari gelaran musik ini.
Dino berharap, giat yang digelar BBM ini, ke depan dapat menjadi ajang reunian para ‘Blues Lovers’ dan nantinya akan di gelar secara berkala.
Berita Menarik Lannya

Berita Terkini