Breaking News

TBUPP Dibubarkan Setelah Terwujud Kesejahteraan Masyarakat Batu Bara

loading...

Batu Bara, LintasTotabuan.com  l

Bupati Batubara, Ir Zahir  MAP mengaku akan segera membubarkan Tim Bupati Untuk Percepatan pembangunan (TBUPP), dengan syarat bila visi misinya sudah selesai terwujud dalam membangun kesejahteraan masyarakat Batubara.

Hal itu ditegaskan Zahir menyikapi banyaknya anekdot yang menginginkan agar Bupati membubarkan TBUPP, dalam acara diskusi interaktif yang diselenggarakan di Buffet Mangga, di kecamatan Sei Suka, pada senin (8/7/2019).

Zahir meyakini bahwa setiap pemimpin daerah, selalu ingin mempersembahkan karya terbaik saat mengemban amanah yang diberikan masyarakat melalui hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dengan waktu pengabdian selama 5 tahun atau tepatnya 60 bulan.

Saat mengucapkan sumpah serapah dan ikrar pelantikan, kata Zahir, rakyat selalu ada dalam benak dan pikirannya. Dan itu hal yang pasti akan ia wujudkan lewat TBUPP. 

"Apalagi, dalam konteks pemerintahan, teori sosial akan selalu bersinggungan dengan kebijakan untuk tujuan mewujudkan kesejahteraan kepada rakyat Batubara, maka untuk itu TBUPP ini akan kita bubarkan apabila visi dan misi bupati sudah benar-benar terwujud," ungkapnya.

Untuk mewujudkan misi besarnya, Zahir mengharapkan adanya peran besar dari TBUPP dalam melakukan sinkronisasi dan merangsang terjadinya percepatan terhadap program yang akan dilaksanakan pada masa mendatang.

Bagi Zahir, keberadaan Tim Bupati untuk Percepatan pembangunan (TBUPP) adalah hal penting untuk mendongkrak upaya percepatan pembangunan dalam kepemimpinannya.

Sebab Zahir menilai, salah satu masalah terbesar dalam tubuh pemerintahan Batubara selama ini adalah terjadinya perbedaan antara rencana kegiatan dan pelaksanaan OPD dengan visi misi Bupati.

Zahir pun menganggap biasa- biasa saja soal isu dan desakan pembubaran TBUPP, sebab baginya TBUPP adalah final yang tak bisa ditawar.

Mengutip dari laporan Bupati pada (25/6/2019) lalu, Zahir mengaku tak merasa cemas dengan wacana pembubaran TBUPP yang diduga ditunggangi oleh segelintir kelompok yang tak menginginkan perubahan, justru pihaknya akan tetap menjaga TBUPP itu sama seperti halnya dia menjaga tahtanya.

Disisi lain, Zahir juga tak mau menghilangkan kepercayaan publik hanya karna mencabut peraturan yang sudah ia takdirkan sendiri dalam perbub (peraturan bupati) no 13 tahun 2019 itu.

Sebab baginya, melakukan pencabutan  terhadap perbub TBUPP dapat menghilangkan kepercayaan masyarakat pada produk hukum dalam kepemimpinannya.

Zahir kembali menegaskan bahwa perbub adalah keputusan institusi Bupati dan harus dijaga kredibilitasnya guna kepentingan publik.

“Jangan sampai pemerintah sendiri yang membuat ketidakpastian dan kegaduhan hukum di hadapan masyarakat, hanya karena membatalkan landasan hukum yang telah digunakan untuk merangsang terjadinya percepatan pembangunan," ucapnya.

Oleh sebab itu, zahir mengingginkan agar anekdot soal TBUPP yang berseliweran di tengah masyarakat sudah seharusnya diakhiri.

Lantaran TBUPP tak lebih sebagai pembantunya dalam membagun Batubara.

Bahkan, Zahir sampai mencontohkan TBUPP ini sama halnya seperti dia memilih pasangan (Istri), artinya, bupati memiliki kriteria atau paranoianya tersendiri dalam menentukan pilihan yang sangat dicintai.

"TBUPP ini kan pilihan saya, sama seperti saya memilih Istri saya, ciri-cirinya tinggi dan cantik, karna itu selera saya. Apa bedanya dengan TBUPP? tentu saya punya kreteria tersendiri dalam membangun Batubara, misal dia adalah mantan Bupati, mantan eselon dua dan berpengalaman di birokrasi, kan gitu," ucap Zahir.

"Lalu apa hak kalian mengatur pilihan saya memilih istri saya sendiri, kira-kira begitu," pungkasnya. (ltc)
loading...

Tidak ada komentar