Breaking News

Pasar Kaget Ramadhan Di Simpang 5 Desa Lalang Semrawut

loading...

BATU BARA, LintasTotabuan.com  l

Kehadiran Pasar kaget Ramadhan yang berada di simpang lima desa Lalang kecamatan Medang Deras kabupaten Batubara provinsi Sumatera Utara menjadi momen untuk berburu takjil dan juga kuliner pada bulan suci Ramadhan.

Namun, terpantau pasar kaget Ramadhan tersebut butuh perhatian dari pemerintah setempat dan perusahaan sekitar. 

Pasalnya, pasar tersebut berada di gerbang kawasan ekonomi khusus (KEK) kuala tanjung, terkesan pasar kumuh dan tidak tertata dengan baik alias semrawut.

Hal tersebut diutarakan tokoh pemuda asal Medang Deras, Yuswanto, kepada Wartawan, Kamis Sore (16/05/2019) saat setelah membeli takjil di pasar kaget Ramadhan itu. 

"saya harap adalah perhatian pemerintah setempat dan para pimpinan perusahaan kepada pasar kaget Ramadan ini yang buka hanya setahun sekali waktu bulan Ramadhan menjual berbagai takjil, kalau terus dibiarkan ya seperti ini tak tertata, sakit dipandang mata". Tuturnya

Menurut mantan ketua KNPI kacamatan Medang Deras tersebut, sangat wajar bila pemerintah dan perusahaan mau membantu berbagai keperluan berjualan, supaya tertata apalagi dekat di daerah kawasan ekonomi khusus kuala tanjung.

"diberikan bantuan steling ataupun tenda kafe kepada penjual ini, sehingga pembeli berbondong bondong datang kalau sudah tempat nya rapi dan bersih". ungkap Yuswanto 

Tak hanya itu, ditambahkan Iyus, sapaan akrabnya, pasar kaget Ramadhan itu juga sangat diminati masyarakat, kalau tidak ditata bikin jalan macet dan "merampas" fungsi jalan.

"keberadaan pasar kaget Ramadhan ini cukup membantu masyarakat. Namun, pasar kaget ini juga memunculkan dampak yang tidak menyenangkan. Jalanan jadi macet. Betapa tidak, para pedagang acapkali berjualan dekat bahu jalan sehingga 'merampas' fungsi jalan. Belum lagi pembeli yang berjubel di tepi jalan dan melakukan transaksi jual beli, jangankan mobil, pengendara motor pun harus ekstra sabar ketika melintas di area pasar kaget acces road simpang 5 ini", pungkasnya 

Sementara itu, Atan (42) salah seorang pedagang takjil mengaku, pasar kaget tersebut belum pernah ada mendapat bantuan dari perusahaan manapun yang ada disekitar kawasan ekonomi kuala tanjung. 

"kalau ada bantuan dari perusahaan memberikan tenda ataupun steling dan meja kepada kami, mungkin pembeli makin banyak, tapi ya beginilah.. Kepedulian dan perhatian perusahaan sekitar tidak ada, sehingga kesannya semrawut". cetusnya. (ltc) 

loading...

Tidak ada komentar