Header Ads

Breaking News

Komunitas Batuceper, Benda, Neglasari Gelar Istighosah dan Santuni Korban Tsunami Selat Sunda



Pandeglang - Sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana Tsunami Selat Sunda, Komunitas Masyarakat Batuceper, Benda dan Neglasari Kota Tangerang,  Gelar Istighotsah dan santunan di lokasi bencana Tsunami Pantai Carita,  Desa Sukarame, Kecamatan Carita,  Pandeglang,  Sabtu, 9 Pebruari 2019.

Acara Istighotsah diprakarsai oleh HR. Ubay Permana  yang membawa rombongan dari kantor kelurahan Batusari jam 8 pagi menuju pantai carita jam 12.00 tiba dilokasi Villa Tropical pantai carita. Rombongan terdiri dari pengisi acara Istighotsah, Tim Shalawat Al- Banat  Majelis Dzikir Nururrohman , Tim Trauma Healing, Anissa Firda Mujtahidah. S. Psi. dan penceramah Ustadz Faiz Fikri Alfahmi.

Inisiator acara,  Ubay Permana mengatakan kepada awak media melalui pesan WhatsAppsnya, bahwa dalam acara tersebut  500 warga berdampak yang selama 1 bulan  dari 23 Desember sampai 24 Januari kebutuhan logistiknya dipenuhi oleh posko Tropical bencana dengan khusu mengikuti istighosah,  bahkan larut menangis sedih ketika sang inisiator membuka acara dengan prolog kejadian Tsunami 22/12/2018, sekitar 49 hari lalu.

Kemudian kata Ubay,  jamaah semakin bersedih ketika ia membacakan puisi yang diiringi Shalawat  mengenang korban yang meninggal dan terluka akibat Tsunami .

Iapun menyarankan agar pemulihan terhadap korban bencana bisa lebih masiv lagi dan dilkakukan secara bergantian oleh pihak- pihak yang potensial.
Menurutnya,  ia mengkhawatirkan para korban, ketika  mereka sudah merasa pulih akan tetapi sebetulnya masih belum bisa bekerja normal, belum bisa membangun kembali rumahnya yang porak poranda,  tiba-tiba ada pihak yang peduli tetapi sebagai misionaris dari agama tertentu yang berkedok yayasan dan lainnya.

Ketua RT. 0021/005 Desa Sukarame. Muhammad Arief Aseni, berterimakasih kepada masyarakat Kota Tangerang yang begitu peduli dengan warganya.

Wulan salah seorang warga mengatakan,  "saya sangat terkesan mengikuti acara ini, sedih bercampur gembira karena ternyata banyak yg mempedulikan kami".

Sementara itu,  Ustadz Faiz Fikri Alfahmi dalam tausiyahnya menghimbau kepada masyarakat agar lebih tabah menerima ujian ini, karena "sesungguhnya hamba yang diuji adalah hamba yang diakui dan dicintai Nya".

Menurutnya,  pasca tsunami tanah akan menjadi semakin terbuka dan semakin subur untuk lahan pertanian. Rezeki semakin bertambah dan halalan toyyiban.

"Kita semakin menyadari kesalahan dan dosa-dosa, sehingga kita lebih taat beribadah dan semakin meningkat ketaqwaan kepadaNya," tutup Fahmi.

Acara Istighotsah ditutup dengan Doa dan pemberian santunan kepada para korban Tsunami.

Ida.

Tidak ada komentar