Header Ads

Breaking News

Akibat Dangkalnya Pemahaman Suatu Masalah, Suhu Politik di Batusari Memanas

loading...



Oleh : Hr. Ubay Permana.

Membaca media online yang dimuat oleh " katanews.id "  dengan judul : Warga Batusari sesalkan Deklarasi paslon 02 . Berita yang beredar pada minggu pertama bulan pebruari 2019 ini telah mewartakan bahwa Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nururrohman dan Ikatan Remaja Masjid Nururrohman ( IRMAN ) telah melaksanakan kampanye terselubung dan deklarasi dukungan untuk pasangan calon nomor 02 dalam pemilihan Presiden dan wakil Presiden pada Pemilu tahun ini.

DKM Nururrohman dan IRMAN oleh warga Batusari yang bernama " Syukron "  dianggap telah menyelenggarakan kampanye terselubung dan deklarasi dukungan terhadap paslon nomor 02, serta tidak menjaga kesucian ibadah. Syukron sebagai warga Batusari yang tidak mendukung salah satu paslon tertentu  merasa kecewa dan menyesalkan  kegiatan ini.
Sementara itu warga Batusari lainnya yang bernama " Syarif Maulana bahkan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan melaporkan DKM dan IRMAN ke Panwaslu dan pihak Kepolisian.

Menurut Syukron DKM Nururrohman dan IRMAN  telah melakukan pelanggaran sebagaimana Undang- Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilu  pasal 280 ayat 1  menyebutkan :

Pelaksana, peserta dan tim kampanye dilarang menggunakan fasilitas Pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan.

Dan sebagaimana PKPU nomor 23 tahun 2018 tentang kampanye pemilihan umum.

Pada media online yang sama " katanews.id "  yang beredar tanggal 6 Pebruari 2019 dengan judul :  Deklarasi paslon 02 di Masjid Nururrohman tidak di respon Panwas begini kata warga.

Dalam edisini ini Syukron atas nama warga Batusari  menilai bahwa panitia pengawas kecamatan ( Panwascam ) Batuceper bekerja lamban didalam menindaklanjuti pelanggaran DKM Nururrohman dan IRMAN ketika menyelenggarakan Maulid Akbar pada tanggal 2 Pebruari 2019 yang dianggap Syukron sebagai kampanye terselubung dan deklarasi dukungan untuk paslon nomor 02.
Dalam berita ini kembali Syukron mempertegas bahwa DKM dan IRMAN telah melanggar Undang- Undang nomor 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum.

Menanggapi pernyataan saudara Syukron didalam berita online tersebut sebagaimana tuduhannya terhadap DKM Nururrohman dan IRMAN dapat diterangkan sebagai berikut :

DKM dan IRMAN kapasitas dalam Maulid Akbar 2 Pebruari 2019  adalah sebagai panitia penyelenggara, bukan sebagai pengurus partai politik ataupun politisi. Peran DKM dan IRMAN dalam hal ini memfasilitasi tempat dan segala perlengkapannya , penceramah dan para pengisi acara lainnya serta mengundang jamaah untuk hadir dalam acara tersebut.

Penceramah sebagai narasumber dalam hal ini KH. Qurtubi Jaelani , bukan pasangan calon, bukan caleg dan  bukan yang mewakili salah satu  peserta pemilu, beliau murni menjalankan perannya sebagai Da'i yang berdakwah dihadapan jamaah.

DKM, IRMAN, KH. Qurtubi Jaelani dan semua unsur yang ada dalam organisasi ini, bukan tim kampanye dan tidak dalam kafasitas berkampanye untuk kepentingan politik pihak manapun. Organisasi ini menyelenggarakan Maulid Akbar.

Acara Maulid Akbar ini di selenggarakan di jalan dan menggunakan panggung secara terbuka sehingga mudah dilihat dari berbagai sudut pandang dan didengar jelas suara para pengisi acaranya oleh jamaah.

Keterangan diatas menjelaskan bahwa DKM, IRMAN dan KH. Qurtubi Jaelani bukan pelaksana, bukan peserta dan bukan tim kampanye, bukan dalam acara kampanye serta tidak menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan .  Jadi tidak ada pelanggaran apapun dan sama sekali tidak terkait dengan Undang- Undang nomor 7 tahun 2017 maupun PKPU nomor 23 tahun 2018.

Sebagai seorang Da'i didalam mensiarkan agama dan menyampaikan ayat- ayat suci Al-Qur'an , menyampaikan firman Allah, menjelaskan hukum- hukum Allah tidak akan bisa dihentikan cuma karena dianggap melanggar dan berbenturan dengan Undang-Undang nomor 7/2017 dan PKPU nomor 23/2018.
Hukum Allah jauh lebih mulia dibandingkan dengan hukum dan peraturan yang dibuat oleh manusia.

Adapun tentang tuduhan saudara Syukron bahwa adanya deklarasi dukungan kepada paslon capres cawapres nomor 02 ini karena saudara Syukron memahami materi ceranah KH. Qurtubi Jaelani secara parsial dan tidak mendengar dan menyimak ceramah ini  secara lengkap dan secara langsung tetapi berdasarkan informasi dari pihak lain.

KH. Qurtubi Jaelani tidak mendeklarasikan dukungan kepada paslon nomor 02 tetapi menawarkan kesediaan kepada jama'ah untuk setia dengan Ijtima 'Ulama dalam satu komando Imam besar Ummat Islam Habib Rizieq Sihab.

Dalam Ijtima 'Ulama bahwa  memilih Presiden dan Wakil Presiden bagi  Ummat Islam adalah  memilih  pasangan 02 Prabowo Subianto- Sandiaga Uno pada  pemilu 2019 yang akan datang.

Rupanya tawaran ikrar setia ini disetjui dan disambut baik sehingga secara serentak jamaahpun berdiri dan mengikuti ikrar setia kepada Ijtima 'Ulama. 

Jadi persoalan ini bukan deklarasi dukungan kepada paslon nomor 02 tetapi ikrar setia kepada Ijtima ' Ulama tentang kepemimpinan bangsa yang wajib hukumnya untuk disampaikan oleh seorang Da'i didalam dakwahnya agar jama'ah ,  Ummat Islam mentaati dan mengikuti atau sami'na wa ato'na .

Sedangkan saudara Syarif Maulana  bukan hanya menyesalkan sikap DKM dan IRMAN tetapi akan membawa persoalan ini ke ranah hukum dan akan melaporkan DKM dan IRMAN kebawaslu dan kepolisian.

Pernyataan saudara Syarif ini menjadi suatu bukti bahwa dia benar- benar telah menganggap DKM dan IRMAN telah melakukan kesalahan fatal yang harus diproses hukum dan dipermalukan ditengah- tengah masyarakat, sikap arogan seperti ini mencerminkan propaganda adu domba dan perpecahan sesama Ummat. 
Kenapa bocah ini tiba- tiba begitu reaktif dan konyol serta  berkata sombong.
Padahal sepanjang yang mayarakat tahu Syarif ini sosok yang masih asing , bukan pribadi yang memiliki prestasi dan belum pernah memberikan kontribusi apa-apa untuk masyarakat dan lingkungan khususnya  terhadap jama'ah Masjid jamie Nururrohman.

Dalam edisi yang lain , Panwascam Batuceper sangat tidak profesional dalam bekerja.
Bahwa hanya karena beredarnya berita di media online dan saudara Syukron menyindir dalam berita itu, Panwascam dianggap lamban dalam bertindak padahal digaji dengan uang negara, lalu Panwascam seperti kebakaran jenggot langsung reaktif dan panik , seketika membuat surat panggilan untuk ketua DKM Nururrohman Ustadz Faiz Fikri Alfahmi, yang suratnya dibuat hari itu untuk panggilan hadir hari itu pula.

Seseorang bisa dipanggil secara resmi dan dinas oleh Panwascam bukan berdasarkan adanya laporan tetapi disebabkan oleh berita media online, ini membuktikan bahwa Panwascam begitu dangkal memahami hukum dan permasalahan yang ada.

Apabila yang dianggap melanggar materinya  kenapa Panwas tidak memanggil penceramahnya.
Bukankah isi ceramah  menjadi tanggung jawab penceramahnya.

Sebagai Panwas mestinya memahami bahwa Maulid Akbar Masjid Nururrohman ini diselenggarakan ditahun politik yang kemungkinan   berpotensi adanya gesekan politik.

Idealnya sebelum acara dilaksanakan Panwas terlebih dahulu memberikan surat pemberitahuan kepada panitia penyelenggara sebagai upaya pencegahan agar forum maulid tidak membicarakan masalah politik.

Mestinya pula Panwas hadir dalam acara tersebut sebagai bentuk pengawasan dan pencegahan berupa teguran apabila dianggap ada rambu- rambu yang dilanggar oleh pihak yang terlibat dalam acara tersebut.

Tindakkan Panwascam Batuceper memanggil Ketua DKM Nururrohman, sangat tidak elok dan merendahkan marwah organisasi Masjid. 
Terlebih pemanggilan ini bukan berdasarkan laporan seseorang tetapi berdasrkan opini dan sumber berita dari media online.
Ini dapat memicu konplik antara Ummat Islam terhadap segelintir orang yang mengatasnamakan warga Batusari .
Juga dapat menimbulkan penafsiran negatif Ummat Islam terhadap pola kerja Panwas yang cenderung dzhalim terhadap Ummat Islam.

Pada hakikatnya silahkan Panwas bekerja sesuai dengan perannya didalam pengawasan pemilu dan penegakkan hukum. 
Tetapi pertimbangkan juga hukum sosial dan sangsi Ummat Islam terhadap pihak- pihak yang dianggap telah mendzolimi Islam . 

Apabila salah kebijakan, salah langkah dalam menangani kasus ini,  kemudian menimbulkan kemarahan Ummat Islam secara luas , maka sangsi sosial dan  citra buruk akan melekat seumur hidup .

Jika ada itikad baik , hendaknya Panwascam Batuceper mendatangi pihak DKM dan IRMAN.
Pihak ini telah dihinakan oleh segelintir orang yang mengatasnamakan warga Batusari  melalui pemberitaan dimedia online.
Direndahkan pula oleh Panwascam dengan  surat panggilan yang terbit karena panik . 
Surat panggilan vulgar yang tidak semestinya dilakukan Panwascam terhadap Ketua DKM Nururrohman.

Sebaiknya kedepankan pola kerja humanis, Silaturrahmi sekaligus investigasi lokasi acara.
Awas , suhu politik sudah memanas karena sentimen agama.
Buang ego jauh - jauh,  hindari merasa sebagai orang yang paling berkuasa,
Merasa orang yang  paling penting , eliminir kegaduhan politik, jaga kondisifitas kampung.

Selanjutnya  hanya propesionalitas  semua pihak yang bisa menjawab permasalahan ini.

" Menjadi orang penting itu baik - Menjadi orang baik itu jauh lebih penting " 

Batusari, 8 Pebruari 2019.

• Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik
loading...

Tidak ada komentar