Breaking News

Apapun Alasannya, Membenci Kalimat Tauhid itu Penistaan

loading...
       Oleh : Ahmad Hadian Kardiadinata

Ini bukan masalah sekedar tulisan atau selembar kain bersablon. Masalahnya adalah Kalimat Tauhid yg dijunjung tinggi oleh orang-orang beriman (Muslim) terdapat disitu, lalu segerombolan orang dengan euforia dan emosional kebencian (nampak dari gestur mereka) membakarnya. Tentu saja setiap hati orang Muslim sejati akan terusik, sedih bahkan sakit hati melihatnya.

Yang mereka bakar itu bukan bendera HTI, ini beberapa alasannya :

Pertama : pada bendera tersebut tidak ada satu huruf pun tertulis kata HTI. Kalau dulu orang HTI suka mengibarkan nya itu karena kecintaan mereka kepada kalimat tauhid nya. Sebab kalau bendera / logo HTI ada tersendiri yaitu tulisan Hizbut Tahrir Indonesia dengan gambar bendera tauhid berkibar.

Kedua : Saya bukan orang HTI tapi lembaga Gerakan Sholat Subuh Berjamaah yg saya pimpin (GSUI) juga menggunakan kalimat tauhid itu sebagai logo / bendera kami.
Ini artinya kalimat tauhid Laa Ilaaha Illa Allah itu milik nya seluruh umat Islam sedunia.

Oleh karena itu seharusnya semua orang yang mengaku Islam wajib mencintai nya, sebab Allah pun mencintai kalimat itu. 

Kalimat itu adalah sebaik-baik dzikir,  firman Allah : *Afdholu adz dzikri fa'lam annahu Laa ilaaha illa Allah* (Ketahuilah, bahwa seutama-utama nya dzikir adalah kalimat Laa ilaaha Illa Allah).

Lebih dari itu, bahwa dalam kalimat tersebut terkandung kaidah pokok dari akidah Islam yaitu *Al Wala' wal Bara'* (Loyalitas dan pengingkaran).
Dengan kalimat itulah orang yang telah mengucapkannya dengan sengaja dan kesungguhan berarti  telah mengikat IKRAR, SUMPAH dan JANJI nya dengan Allah, bahwa ia hanya loyal kepada Allah saja sebagai satu-satunya Tuhan dan mengingkari segala sesuatu yang berpotensi dipertuhankan dalam kehidupan manusia.

Oleh karenanya dalam konsep Al Wala', orang beriman itu mencintai apapun yang Allah cintai, membantu apapun yang Allah bantu, menolong apapun yang Allah tolong, membela apa yang Allah bela. 
Nah karena kalimat Tauhid itu adalah kalimat yang Allah sukai, maka semua orang beriman wajib menyukai nya. 
Bahkan Rasulullah Saw mengatakan *Perbaharuilah iman mu itu dengan ucapan Laa ilaaha illa Allah*  

Ternyata kalimat tauhid itu salah satu fungsi nya untuk memelihara iman seseorang, maka sudah selayaknyalah kita membela nya. Bukan malah merusaknya dengan penuh kebencian.
Jika itu yang dilakukan, maka sudah jelas lah bahwa mereka membenci apa yang Allah cintai. Dan sudah jelas lah hukumnya dilarang.

Oleh karena itu kami selaku orang beriman, selaku umat Islam yang amat menghormati dan mencintai bahkan merasa butuh terhadap kalimat tauhid itu untuk memelihara iman kami, dengan ini menyatakan *MENGUTUK KERAS pembakaran bendera Tauhid tersebut, oleh siapapun juga. Kami MARAH dan TERSINGGUNG dengan insiden tersebut.* 

Kenapa kami marah, sebab kami yakin bahwa Allah pun  marah. Dalam kaidah al Bara' kita wajib ingkari apa yang Allah ingkari, kita wajib musuhi apapun yang Allah musuhi, kita wajib benci apa-apa yang Allah benci.

Inilah akidah kami.
Kami hidup dengan kalimat ini.
Bahkan kami pun ingin mati dengan kalimat ini. Sebab Rasulullah Saw pernah bersabda *Ajarilah orang yang akan mati (menjelang sakaratul maut) dengan kalimat Laa ilaaha illa Allah*. 

Itulah perintah Nabi yang dengan nya ada keselamatan dan kebahagiaan di akhirat bagi orang yang mengucapkannya diakhir hayatnya.

Akhirnya kami menyerukan kepada pihak-pihak yang membakar kalimat tauhid untuk sadar (terlebih karena mereka adalah muslim). Sadarlah, fahamilah akidah dengan benar, jangan bertindak bodoh. Lalu minta maaflah kepada seluruh umat Islam dan bertaubat kepada Allah Swt.
Dan kepada aparat penegak hukum kami memohon agar tegakkan hukum seadil-adilnya. Proses para penista agama itu sesuai mekanisme hukum yang berlaku dinegeri ini. Sesungguhnya mereka telah membuat kegaduhan, memprovokasi anak bangsa untuk jadi saling bermusuhan. Menebarkan virus pendangkalan akidah ditengah-tengah umat Islam.

Kami menanti komitmen para penegak hukum dan kami percaya bahwa kalian mampu bekerja dengan profesional. Kami cinta damai, kami siap saling menghargai dalam kebinekaan. 

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua.

Allahu a'lam
Nashrun minallah wa fathun qorib
_____________________
Penulis adalah :
- Pembina Majelis Taklim Al Adalah Batu Bara
- Ketua Gerakan Shubuh Berjamaah GSUI
- Praktisi Pendidikan
loading...

Tidak ada komentar