Breaking News

Pemda DKI Harus Segera Audit Gedung-gedung Tinggi, Jakarta Terancam Gempa Dahsyat

loading...


Jakarta - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati menyatakan bahwa wilayah DKI Jakarta dikepung patahan aktif. Kondisi ini diperparah dengan kontur tanah yang sangat lunak sehingga rentan terdampak gempa bumi.

“Karena Jakarta ini tanahnya lunak dan dikepung patahan aktif. Entah dari mana saja pusat gempanya, guncangannya pasti terasa kuat,” kata Dwikorita di Jakarta, dalam diskusi “Gempa Bumi Megathrust Magnitudo 8,7. Siapkah Jakarta?”, belum lama ini.

Hal itu mendapat tanggapan dari Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. Ia mengimbau masyarakat senantiasa waspada dan mengikuti arahan serta informasi dari pemda serta BPBD. Bamsoet, sapaan akrabnya, mengatakn bahwa DPR RI siap merespon persoalan ini dengan mengimbau BMKG terus mengupdate informasi tentang potensi-potensi gempa yang akan terjadi.

“Saya berharap BMKG bisa mengantisipasi dengan memberikan peringatan dini secara tepat dan cepat, mengingat besaran skala gempa tersebut setara dengan gempa Aceh tahun 2014 yang berdampak tsunami,” kata Bamsoet, seperti dilansir RMOL.CO, KAmis (8/3/2018).

Ia meminta Komisi II dan IV DPR mendorong Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk melakukan pengecekan berkala terhadap alat pendeteksi tsunami di daerah-daerah yang berpotensi gempa dan tsunami. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan BNPB dan BPBD pun sebaiknya menyiapkan langkah mitigasi gempa dengan segera menetapkan kebijakan mitigasi.

“Seperti melakukan audit gedung-gedung tinggi di DKI Jakarta yang rentan terhadap gempa, guna meminimalisasi jatuhnya korban dan kerusakan akibat gempa,” katanya.

Sementara untuk Komisi VIII DPR agar segera mendorong Kemensos dan Pemda DKI Jakarta mensosialisasikan pemahaman, simulasi, dan kesiapsiagaan tanggap bencana karena Indonesia termasuk dalam jalur Ring of Fire. (*/Arm)

loading...

Tidak ada komentar