Breaking News

YSI Kembali Gelar Dialog Perilaku Penyakit LGBT

loading...

Peristiwa - Yayasan Sahabat Indonesia kembali mengadakan dialog kesehatan. Sebelumnya terakhir dilakukan pada tahun 2015  sebanyak 2 kali. Sebelumnya 2014 juga diadakan acara serupa.     

"Saat ini kita hidupkan kembali Fanpage SPI, Sekolah Pemikiran Islam, " jelas panitia Chandra, Sabtu(13/1) pagi di Mesjid Abubakar Asshidiq, Jakarta Timur.

Nara sumber pertama  dokter Inong yang mengawali pembicaraan dengan menyampaikan keheranannya terhadap komposisi peserta diskusi yang hadir.

"Penderita laki-laki  lebih banyak 2 kali lipat, tapi yang hadir saat ini hanya separuhnya." Kata dokter Inong.

Untuk itu Dokter Inong menyarankan: Pertama, ia berharap Rumah Kepemimpinan(RK) harus menjadi pelopor dalam suatu hal/segala bidang.
Kedua, Jangan minta-minta, tapi tekadkan diri saya harus kaya.

Ketiga, carilah suami yang mendukung,(tanpa dukung suami, tidak bisa begini) sebagai yang dirasakan sendiri oleh Dokter Inong.

Keempat, jangan punya kartu mati, misal ustad  yang berpoligami pasti akan ditentang oleh jamaah .

Menurut Inong, saat ini personil TNI paling sedikit yang terkena penyakit akibat zinah dan LGBT. Menurutnya, karena ketat aturan institusi di tubuh TNI.

Padahal ia tahu, ada pasiennya yang  Hafiz 30 juz terkena aids. Artinya, yang terkena penyakit kelamin tidak pilih-pilih korban. Bahkan mereka bisa berasal dari Pondok Pesantren.

Dokter Inong yang berusia 56 dan istri dari seorang personil  TNI yang juga bertugas sebagai dokter berharap agar Masyarakat kompak. "Tidak ada satu  agama pun yang kuat  menghadapi ini sendiri. Maka itu kita harus bersatu melawan perzinahan dan perilaku LGBT." Tandas Dokter Inong.

Penyakit ditularkan melalui Kelamin betemu kelamin, kelamin dengan mulut, kekamin bertemu anal, kelamin bertemu alat-alat tertentu (misal pisau cukur di barbershop).

Kesalahan para pelaku seks lewat Zinah dan LGBT ialah merasa aman karena merasa: sudah ada antibiotik, memakai kondom, seks oral atau anal sesama jenis.

Kita menyadari bahwa tujuan pernikahan adalah memproduksi anak demi keberlangsungan umaymt manusia, sehingga perilaku zinah dan perilaku LGBT sangat bertentangan perintah Allah dan juga melawan Pancasila .

(Hans SW, Ketua Presidium IPMMI)
loading...

Tidak ada komentar