Breaking News

Beredar Surat Dimulainya Penyidikan Setya Novanto

loading...

Jakarta - Beredar sebuah surat berkop Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat bernomor: B-619/23/11/2017 tersebut ditandatangani Direktur Penyidikan Arief Budiman. Dalam surat berperihal pemberitahuan dimulainya penyidikan itu ditujukan kepada Ketua DPR Setya Novanto.
 
Dalam surat itu lengkap dengan kop dan stempel KPK yang menyebutkan bahwa pada Selasa, 31 Oktober 2017, telah dimulai penyidikan perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan paket penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (KTP Elektronik) Tahun 2011-2012 pada Kementerian Dalam Negeri.
 
Tindak pidana korupsi itu, masih disebutkan dalam surat itu, diduga dilakukan Setya Novanto bersama-sama dengan Anang Sugiana Sudhardjo, Andi Agustinus alias Andi Narogong, Irman selaku Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri dan Sugiharto selaku pejabat pembuat komitmen Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri.
 
Penetapan tersangka Setya Novanto yang juga mantan Ketua Fraksi Golkar tersebut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 UURI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 56 ayat (1) ke-1 KUHP atas nama tersangka, Setya Novanto.
 
Kabag Humas KPK, Priharsa, ketika dikonfirmasi tangerangonline.id tentang surat tersebut belum dapat memberikan komentar ataupun penjelasan, karena pihak KPK akan mengecek secara langsung dokumen surat yang beredar tersebut.
 
“Saya belum bisa memberikan penjelasan apa-apa (soal beredarnya surat KPK). Karena saya belum melihat secara langsung dokumennya. Nanti saya coba cek dulu ya,” kata Priharsa, Selasa (7/11/2017) melalui pesan instan kepada wartawan. (*)
loading...

Tidak ada komentar