Breaking News

Kejari Minahasa Angkat Suara, Kinerja TP4D Disorot

loading...
Kasi Intel Kejari Minahasa, Ryan Untu
Kasi Intel Kejari Minahasa, Ryan Untu
TONDANO, LINTASTOTABUAN.COM — Sorotan Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Minahasa soal dugaan korupsi Dana Desa (Dandes), membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Minahasa angkat suara.
Kepala Seksi Intel, Ryan Untu mengatakan, Tim Pengawal Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Minahasa tidak bisa dikatakan kebobolan apabila nantinya ada Kumtua yang terjerat penyalahgunaan Dana Desa (Dandes).
Untu mengklaim  TP4D sudah melakukan tugasnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Kalau ada Kumtua yang terjerat penyalahgunaan Dandes, bukan dalam arti TP4D kebobolan,” ujar Untu kepada sejumlah awak media.
Ia mengungkapkan, apabila ada oknum Kumtua yang terbukti salah, berarti itu adalah unsur kesengajaan dari Kumtua tersebut dan sudah sepantasnya diganjar dengan hukuman yang berlaku.
“Dalam menjalankan tugasnya, TP4D terdapat beberapa fungsi. Didalamnya ada fungsi Datun, Intel dan Pidsus,” jelasnya.
Dikatakanya juga, saat melakukan sosialisasi pemanfaatan Dandes, pihaknya selalu tegas mengarahkan terkait koridor-koridor yang harus dilalui dan yang dilarang.
Begitu juga saat pekerjaan proyek yang menggunakan Dandes sudah dalam proses, tahapan-tahapan itu selalu diawasi prosesnya. 
“Kami selalu awasi prosesnya sudah sampai dimana. Begitu juga saat akan membuat laporan pertanggungjawaban, itu kami periksa. Tapi kalau ada tindakan dan dengan sengaja ‘mencuri’ tentu harus ditindak,” tegasnya sembari menambahkan bahwa untuk pengelolaan Dandes tahun 2016, memang para Kumtua didampingi TP4D.
Tapi untuk Tahun 2017, tidak lagi ada MoU antara Pemkab Minahasa dan Kejari Minahasa. Karena itu, dalam pengelolaan Dandes tahun 2017, tidak lagi didampingi oleh TP4D. 
“Mungkin saja mereka sudah percaya diri dalam melakukan pengelolaan Dandes sehingga merasa sudah tidak perlu didampingi TP4D,” beber Untu.
Karena itu Untu mengatakan bahwa TP4D tidak bisa dikatakan kebobolan. “Jadi jangan langsung menganggap kami kebobolan. Karena kalau memang ada Kumtua yang terjerat, itu memang sudah niat mereka untuk mencuri,” pungkas lelaki yang juga menjabat Ketua TP4D Kejari Minahasa tersebut. (El)
loading...