Breaking News

Aksi Penculikan Anak Terjadi di Kota Tomohon

loading...
Tersangka penculikan anak SD di Kota Tomohon berinisial RT alias Risky, warga Bolmong, saat diamankan polisi.
Tersangka penculikan anak SD di Kota Tomohon berinisial RT alias Risky, warga Bolmong, saat diamankan polisi.

Tomohon, LintasTotabuan.comIni patut diwaspadai orang tua. Aksi penculikan anak dikabarkan terjadi di Kota Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut). Ironisnya, penculikan yang dilakukan tersangka dengan menggunakan mobil ini terjadi di siang bolong.

Peristiwa yang menimpa korban berinisial KW, pelajar SD GMIM II Kelurahan Kolongan I Kecamatan Tomohon Tengah tersebut terjadi saat korban berjalan sendirian sekitar pukul 14.00 Wita, Senin (14/08/2017).

Siang itu, korban yang masih berusia 7 tahun berjalan sendirian menuju rumahnya. Tiba-tiba sebuah mobil minubus Avansa berwarna merah berhenti. Seorang pria yang belakangan teridentifikasi berinisial RT alias Risky turun dan langsung meronta dibekap mulutnya oleh tersangka, yang tercatat sebagai warga Desa Tandu Jaga 3, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Peristiwa penculikan anak ini ternyata tak luput dari pengamatan warga yang berada di sekitar, kemudian melaporkannya kepada anggota Polres Tomohon.
Menerima laporan kasus penculikan ini, Polres Tomohon langsung bertindak cepat dan berkoordinasi dengan anggota Resmob Polres Minahasa yang kebetulan posisi berada di Manado. Tersangka pelaku pun langsung di cegat dan diamankan di wilayah perbatasan Minahasa dan Kota Manado.
Beberapa saat kemudian, Tim Totosik Polres Tomohon menjemput pelaku, korban dan mobil yang digunakan.
“Saat mendapat laporan, Tim Totosik langsung melakukan pengejaran, sambil berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah yang diduga bakal dilalui tersangka, sehingga tertangkap di Pineleng,” ujar Kapolres Tomohon AKBP IK Agus Kusmayadi.
“Saat ini Sat Reskrim sementara dalami kasus ini,” sambungnya. Polisi masih terus melakukan pendalaman latar belakang tersangka Risky menculik KW.
Kapolres pun mengimbau masyarakat agar waspada dengan terus melakukan pengawasan langsung kepada anak-anak. “Jangan biarkan anak-anak kita bermain di jalanan, apalagi sendirian,” imbuhnya. (Nov)
loading...

Tidak ada komentar