Breaking News

Imigrasi Tahun Berhasil Amankan Warga Filipina Ilegal

loading...
Imigrasi Tahuna Amankan Warga Filipina Ilegal
Dela Cerna Fernandez Harold, WN Filipina ketika berada dalam pengawasan Kantor Imigrasi Tahuna, Jumat (30/06/2017). Foto: Kantor Imigrasi Sulut.
SULUT, LINTASTOTABUAN.COMWarga negara Filipina yang teridentifikasi bernama Dela Cerna Fernandez Harold dikabarkan diamankan Kantor Imigrasi Tahuna, Sulawesi Utara (Sulut) ketika berniat menyebrang menuju Mindanao, Filipina Selatan.
Dela Cerna, pria 33 tahun ini diamankan petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Tahuna, Jumat (30/06/2017), siang kemarin, setelah dua hari diinterogasi Polsek Polsek Tabut, Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Kepala Kanim Tahuna Hubertus Hence Marbun, mengatakan, Desla Cerna diamankan pihaknya setelah dijemput di Mapolsek Tabut sekitar pukul 11.00 Wita, kemarin. Sebelumnya, pria kelahiran San Vicento, Filipina ini diamankan polisi di wilayah Petta-Kecamatan Tabukan Lama, Kepulauan Sangihe karena diduga berada di wilayah RI secara ilegal.
Berdasarkan hasil interogasi, pria Filipina yang lahir 20 Oktober 1984 tersebut pernah bekerja di Timor Leste. Dela Cerna mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh  perusahaan tempat pembuatan makanan (Fitza) tanpa uang pesangon. Ia hendak pulang ke Mindanao menemui isterinya yang sedang sakit.
Atas PHK sepihak itu, Dela Cerna mengaku tak punya uang cukup untuk terbang langsung ke negara asalnya sehingga transit di beberapa tempat di NKRI. Dari Kupang, dia naik pesawat menuju Surabaya, terus ke Manado. Kemudian, menumpang kapal laut cepat ke Tahuna. Tiba di Pelabuhan Petta, Dela Cerna berniat naik perahu Pumpboat menuju wilayah Filipina bagian Selatan. Namun, pada 27 Juni 2017 itu, dia keburu diamankan polisi.
Marbun mengatakan, Dela Cerna sebenarnya memiliki paspor Filipina Nomor EC4833226 dikeluarkan oleh Perwakilan Negara Fipilina di Timor Leste. Paspor itu  berlaku sampai 5 Agustus 2020.
“Namun yang menjadi pendalaman kami saat ini, kenapa ia tidak memilih jalur resmi karena sebenarnya ia bisa mendapatkan fasilitas Bebas Visa Kunjungan (BVK) selama 30 hari,” ujarnya.
Marbun memperkirakan, kemungkinan Dela Cerna memilik menumpang Pumpboat dari Pelabuhan Petta menuju kampung halamannya di Mindano-wilayah Filipina Selatan, karena lebih dekat dan murah dibanding dengan menempuh jalur udara yang mahal.
Jika mengambil jalur udara, Dela Cerna harus memutar melalui jalur Bandara Soekarno-Hatta-Manila, kemudian harus terbang lagi ke kampungnya di Filipina Selatan. Sedangklan perjalanan dari Timor Leste ke Tahuna saja, ia mengaku mengandalkan bantuan teman-teman komunitas Filipina di Timor Leste.
Kepala Kanim Marbun juga mengungkapkan, saat ini yang bersangkutan didetensi di Ruang Detensi Kanim Tahuna dan segera diproses pemulangan secepatnya, berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Filipina yang ada di Manado.
Marbun mengungkapkan pula terima kasihnya kepada masyarakat di Petta dan kepolisian Tabut yang telah secara aktif mengamankan orang asing bermasalah.
“Selanjutnya Divisi Keimigrasian Sulawesi Utara juga sangat mengharapkan informasi-informasi atau saran dan kritik tentang keberadaan atau kegiatan orang asing atau hal-hal lain tentang Keimigrasian ke nomor HP saya 0811834336,” demikian rilis yang diterima Fajarmanado.com dari Dodi Karnida HA, Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulut, siang tadi. (FJM)
loading...

Tidak ada komentar